Manfaat dan Efek Samping Vaksin Cacar Ular (Herpes Zoster)

Vaksin Cacar Api / Cacar Ular (Herpes Zoster)

Manfaat dan Efek Samping Vaksin Cacar Ular (Herpes Zoster)

Vaksin cacar ular, atau vaksin herpes zoster, melindungi dari penyakit herpes zoster dan komplikasinya. Vaksin ini diberikan 2 dosis dengan jarak 2 sampai 6 bulan. Vaksinasi dianjurkan untuk orang berusia 50 tahun ke atas, serta orang berusia 18 tahun ke atas dengan kondisi yang menyebabkan daya tahan tubuh melemah.

Efek sampingnya umumnya ringan dan hilang sendiri, seperti nyeri di bekas suntikan, mudah lelah, nyeri otot, dan demam.

Di Indonesia, vaksin ini tersedia dengan nama Shingrix. Harga, jadwal, dan cara pemesanannya bisa Anda lihat di halaman Vaksin Herpes Zoster Shingrix. Penjelasan manfaat dan efek sampingnya ada di bawah ini.

Soal siapa yang dianjurkan mendapat vaksin ini, dr. Patricia Vina Suriani, dokter di Klinik Vaxine Care, merujuk pada pedoman resmi Indonesia. “Riwayat herpes zoster sebelumnya bukan berarti pasien sudah terlindungi seumur hidup, karena zoster dapat mengalami kekambuhan. Dalam rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster Rekombinan diberikan 2 dosis kepada semua orang usia ≥50 tahun dan orang usia ≥18 tahun dengan kondisi imunokompromais, baik yang memiliki maupun tidak memiliki riwayat herpes zoster sebelumnya.”

Kondisi imunokompromais yang beliau sebut adalah kondisi ketika daya tahan tubuh melemah, misalnya karena penyakit tertentu atau obat yang sedang dikonsumsi.

Apa Itu Vaksin Cacar Ular?

Vaksin cacar ular, yang juga dikenal sebagai vaksin herpes zoster, melindungi dari penyakit cacar ular atau cacar api beserta komplikasinya. Vaksin ini termasuk vaksin rekombinan, yaitu vaksin yang dibuat tanpa memakai virus hidup (CDC).

Herpes zoster muncul ketika virus varicella zoster kembali aktif di dalam tubuh. Virus ini sebelumnya sudah ada, hanya sedang tidak aktif (Cleveland Clinic). Jadi, vaksin ini bukan untuk mencegah virus masuk ke tubuh, melainkan untuk menurunkan risiko virus yang sudah ada di tubuh kembali aktif dan menyebabkan herpes zoster.

Orang yang pernah kena cacar air maupun herpes zoster sama-sama bisa mengalami hal ini, karena keduanya disebabkan virus yang sama. Setelah cacar air sembuh, virus menetap di tubuh dalam keadaan tidak aktif, lalu suatu saat bisa aktif lagi dan memunculkan herpes zoster.

Karena itu herpes zoster bukan penyakit yang Anda tangkap dari orang lain. Soal penularannya dijelaskan di artikel Apakah Herpes Zoster Menular? Bagaimana Penyebarannya?.

Menjaga kesehatan secara umum tetap penting. Namun, vaksinasi merupakan langkah pencegahan yang paling spesifik untuk menurunkan risiko herpes zoster dan komplikasinya. Kebutuhan vaksinasi sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan Anda.

Untuk gambaran menyeluruh soal virusnya, baca Waspadai Virus Varicella Zoster. Bedanya dengan cacar air ada di Perbedaan Ciri-Ciri, Penularan, Gejala Cacar Air dan Cacar Api, sedangkan bedanya dengan herpes simplex ada di Perbedaan Penyebab, Gejala Herpes Zoster dan Herpes Simplex.

Tujuan dan Manfaat Vaksin Cacar Ular

Tujuan utamanya adalah mencegah munculnya herpes zoster, yaitu penyakit yang timbul ketika virus varicella zoster aktif kembali. Vaksinasi juga menurunkan risiko komplikasi dan kemungkinan kambuh.

Jika seseorang tetap mengalami herpes zoster setelah vaksinasi, gejala yang muncul dapat lebih ringan.

Komplikasi yang risikonya bisa diturunkan lewat vaksinasi:

  • Kebutaan
  • Neuralgia pasca herpes (postherpetic neuralgia)
  • Ramsay Hunt Syndrome
  • Infeksi kulit

Dua istilah di daftar itu mungkin asing. Neuralgia pasca herpes (postherpetic neuralgia) adalah nyeri yang tetap terasa setelah ruam sembuh. Ini merupakan salah satu komplikasi herpes zoster yang paling sering terjadi.

Ramsay Hunt Syndrome terjadi ketika herpes zoster menyerang saraf di sekitar telinga, dan bisa menyebabkan kelemahan otot wajah serta gangguan pendengaran.

Cara menangani nyeri yang menetap dibahas di artikel Bagaimana Cara Menghilangkan Nyeri Pasca Herpes Zoster.

Jadwal Pemberian Vaksin Cacar Ular

Vaksin cacar ular diberikan 2 dosis. Jarak antar dosisnya berbeda tergantung kondisi penerimanya:

Kelompok Jumlah dosis Jarak antar dosis
Dewasa berusia 50 tahun ke atas 2 dosis 2 sampai 6 bulan
Dewasa berusia 18 tahun ke atas yang daya tahan tubuhnya lemah 2 dosis 2 sampai 6 bulan, bisa dipersingkat jadi 1 sampai 2 bulan kalau dokter menilai perlu

Jadwal yang tepat untuk Anda ditentukan dokter setelah menilai kondisi Anda. dr. Patricia Vina Suriani menjelaskan apa saja yang ia periksa sebelum memberikan vaksin. “Saya akan menilai usia, status imun, komorbid, dan riwayat herpes zoster sebelumnya. Pasien yang pernah cacar air tetap dapat divaksin, dan pasien yang pernah mengalami herpes zoster juga tetap dapat memperoleh Shingrix sesuai indikasinya.”

Komorbid yang beliau maksud adalah penyakit lain yang Anda miliki bersamaan, misalnya diabetes atau darah tinggi.

Untuk anak-anak, vaksin herpes zoster tidak diberikan. Vaksin yang relevan untuk anak adalah vaksin varicella, yaitu vaksin berbeda yang tujuannya mencegah cacar air. Penjelasannya ada di artikel Pengertian, Tujuan, Prosedur, hingga Efek Samping Vaksin Varicella.

Siapa yang Perlu Vaksin Cacar Ular?

Kelompok yang paling dianjurkan mendapat vaksin herpes zoster:

  • Orang dewasa berusia 50 tahun ke atas
  • Orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dengan kondisi yang menyebabkan daya tahan tubuh melemah

Anda tidak perlu menjalani tes darah khusus untuk mengecek kekebalan terhadap virus cacar air sebelum vaksinasi ini. CDC menyatakan bahwa tes darah untuk mengecek kekebalan terhadap virus cacar air tidak dianjurkan sebelum vaksinasi ini.

Siapa yang Sebaiknya Tidak Divaksin Cacar Ular?

Vaksin cacar ular umumnya aman. Namun, pada kondisi tertentu vaksinasi mungkin perlu ditunda atau tidak diberikan. Kondisi yang membuat vaksin tidak boleh diberikan disebut kontraindikasi.

  • Sedang hamil atau menyusui
  • Punya riwayat alergi berat terhadap salah satu kandungan vaksin
  • Sedang mengalami herpes zoster
  • Sedang mengalami infeksi herpes dalam fase akut

Soal orang yang sedang mengalami serangan herpes zoster, dr. Patricia Vina Suriani menjelaskan posisinya. “Untuk pasien yang sedang mengalami episode zoster akut, vaksin bukan diberikan sebagai pengobatan episode tersebut. Setelah episode akut teratasi, waktu vaksinasi dapat ditentukan berdasarkan kondisi klinis dan status imun pasien.”

Jika vaksinasi perlu ditunda karena kondisi kesehatan Anda, dokter dapat menentukan waktu pemberian yang sesuai setelah kondisi membaik.

Selama masa pemulihan, salah satu yang bisa Anda lakukan adalah menjaga pola makan, dan pembahasannya ada di Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Herpes Zoster.

Efek Samping Vaksin Cacar Ular

Seperti vaksin lainnya, vaksin cacar ular punya efek samping. Sebagian besarnya ringan dan hilang sendiri dalam beberapa hari.

Efek samping yang umum terjadi:

  • Nyeri, dengan atau tanpa bengkak, di area bekas suntikan
  • Kemerahan atau memar di area bekas suntikan
  • Lebih mudah lelah
  • Nyeri otot
  • Sakit perut atau mual
  • Sakit kepala
  • Demam sampai menggigil

Efek samping yang jarang terjadi:

  • Gangguan saraf serius
  • Guillain-Barré Syndrome (GBS), yaitu gangguan saraf yang menyebabkan kelemahan otot

Daftar efek samping resmi dari produsen vaksinnya bisa dilihat di halaman efek samping Shingrix. Kalau Anda punya kondisi kesehatan tertentu dan ingin tahu apakah efek sampingnya berisiko untuk Anda, bicarakan dulu dengan dokter sebelum vaksinasi.

Berapa Biaya Vaksin Cacar Ular di Vaxine Care?

Item Detail
Harga di klinik Rp 2.900.000
Harga layanan ke rumah Rp 2.950.000
Jadwal 2 dosis, jarak 2 sampai 6 bulan
Usia 18 tahun ke atas
Sudah termasuk Tindakan dokter khusus vaksinasi, jasa dokter, transportasi, tanpa biaya admin tambahan
Area layanan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

Harga di atas berlaku per dosis dan sudah termasuk vaksin, jasa dokter, transportasi, serta tidak ada biaya admin tambahan. Karena vaksin ini diberikan dalam 2 dosis, perhitungkan biaya untuk kedua dosis saat merencanakan vaksinasi.

Harga yang tercantum adalah harga saat artikel ini diperbarui dan bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk harga terkini, cek langsung di halaman Vaksin Herpes Zoster Shingrix.

Untuk melihat ketersediaan dan memilih jadwal yang cocok, lihat detail dan jadwal Vaksin Herpes Zoster Shingrix. Kalau Anda ingin memastikan dulu apakah vaksin ini cocok dengan kondisi Anda, tanya dulu lewat WhatsApp sebelum memesan. Anda juga bisa menghubungi Klinik Vaxine Care lewat halaman kontak.

Referensi

 

Ditinjau oleh:

dr. Patricia Vina - small

dr. Patricia Vina Suriani

 

Tayang: 14 Januari 2025 | Diperbarui: 1 September 2026

Artikel Lainnya