Nyeri pasca herpes zoster ditangani dengan tiga pendekatan: obat pereda nyeri saraf seperti antikonvulsan dan antidepresan, perawatan penunjang di rumah seperti kompres dingin dan krim capsaicin, serta prosedur medis seperti suntikan blok saraf untuk nyeri yang tidak mereda dengan obat. Pilihan penanganannya ditentukan dokter sesuai berat ringannya nyeri yang Anda rasakan.
Satu hal yang perlu Anda tahu sejak awal. Menurut Mayo Clinic, belum ada pengobatan yang menyembuhkan nyeri pasca herpes zoster sepenuhnya, tetapi kondisi ini umumnya membaik seiring waktu. Jadi penanganannya bertujuan meredakan nyeri dan menjaga kualitas hidup Anda selama masa pemulihan itu.
Apa Itu Postherpetic Neuralgia?
Postherpetic neuralgia, atau neuralgia pasca herpes, adalah nyeri yang tetap terasa di area bekas ruam setelah herpes zoster sembuh. Ini komplikasi herpes zoster yang paling sering terjadi.
Penyebabnya adalah kerusakan pada serabut saraf akibat infeksi virus. Setelah ruam sembuh dan infeksinya tidak lagi aktif, saraf yang rusak tetap mengirim sinyal nyeri ke otak. Itulah kenapa rasa sakitnya masih terasa meski kulit Anda sudah terlihat pulih.
Menurut Mayo Clinic, nyeri ini disebut postherpetic neuralgia bila bertahan tiga bulan atau lebih setelah ruam sembuh. Pada sebagian orang, nyerinya bisa berlangsung sampai bertahun-tahun.
Kondisi ini bisa dialami siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada lansia, orang dengan daya tahan tubuh lemah, dan pemilik riwayat penyakit kronis.
Apa Penyebab Postherpetic Neuralgia?
Herpes zoster, yang juga dikenal sebagai cacar api, disebabkan oleh virus varicella zoster. Setelah seseorang pernah kena cacar air, virus ini menetap di tubuh dalam keadaan tidak aktif.
Virus bisa aktif kembali ketika daya tahan tubuh melemah, dan saat itulah herpes zoster muncul. Infeksi ini dapat merusak saraf yang bertugas mengirim sinyal rasa sakit ke otak, dan kerusakan itulah yang memunculkan nyeri berkepanjangan.
Menurut Mayo Clinic, beberapa hal berikut meningkatkan risiko seseorang mengalami neuralgia pasca herpes:
- Berusia 60 tahun ke atas
- Ruam herpes zoster yang berat sampai mengganggu aktivitas sehari-hari
- Ruam yang muncul di area wajah atau badan
- Daya tahan tubuh yang lemah, misalnya pada penderita kanker atau HIV
- Terlambat memulai obat antivirus setelah ruam herpes zoster muncul
- Belum mendapat vaksinasi herpes zoster
Soal poin terakhir tentang keterlambatan, ada konteks penting yang perlu Anda pegang. dr. Patricia Vina Suriani, dokter di Klinik Vaxine Care, menjelaskannya begini. “Terlambat mengenali herpes zoster bukan berarti otomatis akan terjadi komplikasi, tetapi dapat membuat kesempatan untuk melakukan evaluasi dan terapi secara optimal menjadi terlewat.”
Jadi kalau Anda merasa dulu terlambat berobat, itu tidak berarti nyeri ini pasti akan Anda alami seumur hidup. Faktor risiko hanya menaikkan kemungkinan, bukan memastikan hasilnya.
Gejala Postherpetic Neuralgia
Gejalanya muncul di area tubuh yang sebelumnya terkena ruam herpes zoster. Beratnya berbeda-beda pada tiap orang.
- Sensasi terbakar dan nyeri di area bekas ruam
- Nyeri tajam yang datang dan hilang, bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun
- Kulit sangat sensitif, bahkan gesekan pakaian pun terasa sakit
- Nyeri terasa lebih berat saat suhu terlalu panas atau dingin, dan sering memburuk pada malam hari
- Rasa gatal disertai nyeri di area kulit yang terdampak
- Pada sebagian orang, muncul rasa gatal atau justru mati rasa di area tersebut
Bagaimana Nyeri Ini Memengaruhi Kehidupan Sehari-hari?
Yang sering tidak dibicarakan adalah dampaknya di luar rasa sakit itu sendiri. Nyeri yang bertahan berbulan-bulan bisa memengaruhi banyak hal:
- Gangguan tidur, karena nyeri sering terasa lebih berat pada malam hari
- Rasa cemas atau murung, karena nyerinya tidak kunjung hilang
- Produktivitas kerja menurun
- Enggan beraktivitas atau bertemu orang lain
Kalau Anda mengalami hal-hal di atas, itu bukan tanda Anda berlebihan. Ini bagian dari kondisinya, dan layak disampaikan ke dokter saat berkonsultasi, bukan disimpan sendiri.
Cara Menghilangkan Nyeri Pasca Herpes Zoster
Menurut Mayo Clinic, obat yang umum digunakan untuk meredakan nyeri pasca herpes zoster adalah antikonvulsan, yaitu obat yang biasa dipakai untuk kejang tetapi juga membantu menenangkan saraf yang terdampak. Obat antidepresan tertentu juga digunakan untuk meredakan nyeri sedang sampai berat.
Untuk nyeri yang lebih ringan, dokter bisa menyarankan krim capsaicin yang dioleskan ke kulit. Perawatan penunjang di rumah seperti mandi air hangat dan kompres dingin juga dapat membantu membuat Anda lebih nyaman.
Perlu dicatat, obat-obatan ini bekerja meredakan gejala. Obat tidak memperbaiki saraf yang sudah rusak.
Kalau nyeri tidak mereda dengan obat, ada beberapa prosedur medis yang bisa dipertimbangkan. Ketiganya dilakukan oleh dokter, dan kecocokannya perlu dinilai lebih dulu sesuai kondisi Anda.
1. Suntikan Blok Saraf
Suntikan blok saraf diberikan pada area yang terdampak untuk meredakan nyeri. Mayo Clinic menyebut nerve block atau suntikan ke tulang belakang dan area yang nyeri sebagai salah satu penanganan postherpetic neuralgia.
Sebelum prosedur ini, dokter biasanya melakukan pemeriksaan dengan sinar X atau USG untuk menentukan lokasi nyeri di tubuh Anda.
2. Stimulasi Sumsum Tulang Belakang
Prosedur ini bekerja dengan mengganggu sinyal nyeri yang dikirim saraf ke otak menggunakan energi listrik bertegangan rendah.
Caranya dengan menanamkan kabel yang sangat kecil di punggung, lalu energi listrik dialirkan langsung ke saraf yang dituju.
3. Stimulasi Ganglion Akar Dorsal (DRG)
Ganglion akar dorsal adalah kumpulan saraf sensorik yang berada di akar belakang saraf tulang belakang. Stimulasi DRG adalah terapi yang biasa digunakan untuk mengatasi nyeri kronis di bagian tubuh tertentu, termasuk nyeri pasca herpes zoster.
Prosedurnya dilakukan dengan mengalirkan arus listrik bertegangan rendah ke saraf yang mengalami kerusakan akibat infeksi herpes zoster.
Kapan Harus ke Dokter?
Banyak orang menganggap wajar kalau masih terasa nyeri setelah herpes zoster, lalu memilih menunggu. Padahal nyeri pasca herpes zoster adalah kondisi tersendiri yang punya penanganannya sendiri.
Sebaiknya periksakan diri ke dokter kalau:
- Nyeri masih terasa lebih dari satu bulan setelah ruam herpes zoster sembuh
- Nyeri mengganggu aktivitas sehari-hari Anda
- Muncul gangguan tidur, perubahan suasana hati, atau sulit berkonsentrasi
Penanganan nyeri pasca herpes zoster disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang, karena pengalaman nyeri tiap pasien berbeda. Selama masa pemulihan, hal lain yang sering ditanyakan pasien adalah soal makanan, dan pembahasannya ada di artikel Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Herpes Zoster.
Kalau Anda masih ragu apakah keluhan yang dirasakan memang herpes zoster atau kondisi kulit lain, bedanya dengan herpes simplex dijelaskan di artikel Perbedaan Penyebab, Gejala Herpes Zoster dan Herpes Simplex.
Bisakah Nyeri Pasca Herpes Zoster Dicegah?
Cara mencegah nyeri pasca herpes zoster adalah dengan menurunkan risiko terkena herpes zoster sejak awal, dan vaksinasi adalah langkah yang paling spesifik untuk itu.
Yang penting Anda pahami: vaksin bukan obat untuk nyeri yang sedang Anda rasakan sekarang. dr. Patricia Vina Suriani menjelaskan posisinya dengan jelas. “Untuk pasien yang sedang mengalami episode zoster akut, vaksin bukan diberikan sebagai pengobatan episode tersebut. Setelah episode akut teratasi, waktu vaksinasi dapat ditentukan berdasarkan kondisi klinis dan status imun pasien.”
Jadi vaksinasi bukan untuk mengobati nyeri Anda hari ini, melainkan untuk melindungi Anda ke depan. Ini relevan karena herpes zoster bisa muncul lagi di kemudian hari, dan penjelasannya ada di artikel Reaktivasi Herpes Zoster: Apa yang Harus Diwaspadai?.
Soal apakah orang yang sudah pernah kena masih perlu divaksin, dr. Patricia Vina Suriani merujuk pada pedoman resmi Indonesia. “Riwayat herpes zoster sebelumnya bukan berarti pasien sudah terlindungi seumur hidup, karena zoster dapat mengalami kekambuhan. Dalam rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster Rekombinan diberikan 2 dosis kepada semua orang usia ≥50 tahun dan orang usia ≥18 tahun dengan kondisi imunokompromais, baik yang memiliki maupun tidak memiliki riwayat herpes zoster sebelumnya.”
Kondisi imunokompromais yang beliau sebut adalah kondisi ketika daya tahan tubuh melemah, misalnya karena penyakit tertentu atau obat yang sedang dikonsumsi.
Manfaat dan efek samping vaksinnya dibahas lengkap di artikel Manfaat dan Efek Samping Vaksin Cacar Ular (Herpes Zoster). Berikut rincian layanannya di Klinik Vaxine Care:
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Harga di klinik | Rp 2.900.000 |
| Harga layanan ke rumah | Rp 2.950.000 |
| Jadwal | 2 dosis, jarak 2 sampai 6 bulan |
| Usia | 18 tahun ke atas |
| Area layanan | Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi |
Harga di atas berlaku per dosis dan sudah termasuk vaksin, jasa dokter, dan transportasi.
Harga yang tercantum adalah harga saat artikel ini diperbarui dan bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk harga terkini, cek langsung di halaman Vaksin Herpes Zoster Shingrix.
Kalau nanti kondisi Anda sudah pulih dan ingin tahu apakah vaksinasi sesuai untuk Anda, lihat detail dan jadwal vaksin herpes zoster, atau tanya dulu lewat WhatsApp tanpa harus datang ke klinik.
Referensi
- Mayo Clinic, diakses pada Agustus 2026, Postherpetic Neuralgia: Symptoms and Causes
- Mayo Clinic, diakses pada Agustus 2026, Postherpetic Neuralgia: Diagnosis and Treatment
- Medical News Today, diakses pada Agustus 2026, Postherpetic Neuralgia
Artikel telah ditinjau oleh:
Tayang: 27 Februari 2025 | Diperbarui: 11 September 2026





