Waspadai Virus Varicella Zoster, Penyebab Cacar Air & Cacar Api

Waspadai Virus Varicella Zoster, Penyebab Cacar Air & Cacar Api

Virus varicella zoster menyebabkan dua penyakit yang berbeda. Saat pertama kali menginfeksi tubuh, virus ini menyebabkan cacar air, biasanya di masa anak-anak. Setelah cacar air sembuh, virus tidak hilang dari tubuh. Virus menetap di sel saraf dalam keadaan tidak aktif, lalu bisa aktif lagi bertahun-tahun kemudian sebagai herpes zoster atau cacar api.

Jadi, cacar air dan cacar api berasal dari virus yang sama. Cacar air muncul saat infeksi pertama, sedangkan herpes zoster atau cacar api muncul ketika virus yang sudah ada di tubuh kembali aktif.

Apa Itu Virus Varicella Zoster?

Virus varicella zoster, sering disingkat VZV, termasuk keluarga virus herpes. Menurut Encephalitis International, virus ini menyebabkan dua penyakit yang berbeda:

  • Cacar air (chickenpox), yaitu saat virus pertama kali menginfeksi tubuh. Umumnya terjadi pada masa anak-anak.
  • Herpes zoster (cacar api), yaitu saat virus yang sempat tidak aktif di tubuh kembali aktif. Umumnya terjadi saat dewasa.

Virusnya sama, tetapi penyakit yang muncul berbeda. Cacar air terjadi saat infeksi pertama, sedangkan herpes zoster terjadi ketika virus kembali aktif.

Bagaimana Satu Virus Bisa Menyebabkan Dua Penyakit?

Ketika seseorang pertama kali terinfeksi, yang muncul adalah cacar air. Setelah sembuh, virus ini tidak benar-benar hilang. Virus tetap berada di sistem saraf dalam keadaan tidak aktif (Cleveland Clinic).

Bertahun-tahun kemudian, virus ini bisa aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster. Risikonya meningkat seiring bertambahnya usia dan ketika daya tahan tubuh melemah.

dr. Patricia Vina Suriani, dokter di Klinik Vaxine Care, menggambarkan pasien yang paling sering ia tangani. “Yang paling sering saya temui adalah pasien dewasa, terutama usia lanjut, yang datang dengan nyeri, rasa terbakar, kesemutan, atau sangat sensitif pada satu sisi tubuh, kemudian muncul ruam berupa lepuhan-lepuhan kecil yang mengikuti pola satu saraf atau dermatom.

Kadang justru nyerinya sudah muncul 2–3 hari sebelum ruam sehingga pasien awalnya mengira sebagai nyeri otot atau masalah saraf biasa.”

Dermatom yang beliau maksud adalah area kulit yang dilayani satu jalur saraf. Inilah sebabnya ruam herpes zoster biasanya muncul di satu sisi tubuh saja, mengikuti garis jalur saraf tersebut.

Nyeri bisa muncul sebelum ruam, sehingga awalnya sering disangka sebagai nyeri otot atau masalah saraf biasa.

Gejala Cacar Air vs Herpes Zoster

Meski disebabkan virus yang sama, gejala keduanya cukup berbeda dan bisa dibedakan dari pola ruamnya:

Aspek Cacar Air (infeksi awal) Herpes Zoster (virus aktif kembali)
Demam Demam ringan hingga tinggi Bisa disertai demam ringan
Bentuk ruam Bintik merah berisi cairan Lepuhan yang berkelompok
Sebaran ruam Menyebar di seluruh tubuh Terbatas di satu sisi tubuh
Keluhan utama Gatal hebat Nyeri atau rasa terbakar
Setelah ruam sembuh Umumnya pulih Nyeri bisa bertahan lama

Nyeri yang bertahan setelah ruam sembuh punya nama sendiri, yaitu neuralgia pasca herpes. Cara menanganinya dibahas di artikel Bagaimana Cara Menghilangkan Nyeri Pasca Herpes Zoster.

Perbandingan lengkap kedua penyakit ini ada di Perbedaan Ciri, Penularan & Gejala Cacar Air dan Cacar Api.

Bagaimana Virus Ini Menyebar?

Dalam bentuk cacar air, virus ini sangat mudah menular lewat dua jalur:

  • Udara, dari percikan air liur saat batuk atau bersin
  • Kontak langsung dengan cairan dari bintik atau lepuh

Herpes zoster berbeda. Orang yang sedang kena herpes zoster tidak menularkan herpes zoster ke orang lain. Yang bisa terjadi, virusnya menular ke orang yang belum pernah cacar air atau belum divaksin, dan orang tersebut akan mengalami cacar air, bukan herpes zoster (Healthline).

Penjelasan lengkapnya ada di artikel Apakah Herpes Zoster Menular? Bagaimana Penyebarannya?.

Siapa yang Paling Berisiko Terkena Herpes Zoster?

  • Lansia, terutama usia 50 tahun ke atas
  • Orang dengan daya tahan tubuh lemah, misalnya karena penyakit tertentu atau pengobatan yang menekan sistem imun
  • Orang yang pernah terkena cacar air
  • Orang dengan penyakit kronis yang menurunkan daya tahan tubuh

Soal stres, ada satu hal yang sering disalahpahami. dr. Patricia Vina Suriani meluruskannya. “Bukan semata-mata karena stres atau kecapekan. Stres fisik maupun psikologis dapat menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan penurunan imunitas, tetapi faktor yang paling konsisten adalah usia dan kondisi imunitas. Herpes zoster juga dapat terjadi pada orang yang tampak sehat.”

Jadi stres bukan penyebab utama. Stres hanya salah satu faktor yang bisa ikut berperan. Orang yang merasa hidupnya baik-baik saja pun tetap bisa kena herpes zoster.

Komplikasi Cacar Air dan Herpes Zoster

Cacar Air

  • Infeksi kulit tambahan karena garukan
  • Pneumonia varisela, yaitu radang paru akibat virus ini
  • Ensefalitis, yaitu peradangan otak

Herpes Zoster

  • Neuralgia pasca herpes, yaitu nyeri yang menetap setelah ruam sembuh
  • Herpes zoster oftalmikus, yaitu infeksi yang menyerang mata
  • Gangguan pendengaran, kalau virus menyerang saraf wajah

Komplikasi ini tidak selalu terjadi, tetapi risikonya lebih tinggi pada lansia dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Karena itu, keluhan cacar air maupun herpes zoster sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Bagaimana Cara Mencegah Cacar Air dan Herpes Zoster?

Vaksinasi merupakan salah satu langkah utama untuk mencegah cacar air dan herpes zoster. Namun, jenis vaksin yang digunakan berbeda untuk masing-masing penyakit.

Untuk Anak-anak

Vaksin varicella diberikan di usia 12 sampai 15 bulan, lalu booster di usia 4 sampai 6 tahun. Penjelasan lengkap soal vaksin ini ada di artikel Pengertian, Tujuan, Prosedur, hingga Efek Samping Vaksin Varicella.

Untuk Dewasa

Kalau Anda belum pernah kena cacar air dan belum pernah divaksin, vaksinasi varicella sangat dianjurkan.

Untuk Usia 50 Tahun ke Atas atau Daya Tahan Tubuh Lemah

Kelompok ini dianjurkan mendapat vaksin herpes zoster untuk menurunkan risiko herpes zoster dan komplikasinya.

Soal siapa saja yang dianjurkan, dr. Patricia Vina Suriani merujuk pada pedoman resmi Indonesia. “Riwayat herpes zoster sebelumnya bukan berarti pasien sudah terlindungi seumur hidup, karena zoster dapat mengalami kekambuhan. Dalam rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster Rekombinan diberikan 2 dosis kepada semua orang usia ≥50 tahun dan orang usia ≥18 tahun dengan kondisi imunokompromais, baik yang memiliki maupun tidak memiliki riwayat herpes zoster sebelumnya.”

Kondisi imunokompromais yang beliau sebut adalah kondisi ketika daya tahan tubuh melemah, misalnya karena penyakit tertentu atau obat yang sedang dikonsumsi.

Berikut rincian layanan vaksin herpes zoster Shingrix di Klinik Vaxine Care:

Item Detail
Harga di klinik Rp 2.900.000
Harga layanan ke rumah Rp 2.950.000
Jadwal 2 dosis, jarak 2 sampai 6 bulan
Usia 18 tahun ke atas
Area layanan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

Harga di atas berlaku per dosis dan sudah termasuk vaksin, jasa dokter, dan transportasi.

Harga yang tercantum adalah harga saat artikel ini diperbarui dan bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk harga terkini, cek langsung di halaman Vaksin Herpes Zoster Shingrix.

Ingin tahu apakah Anda termasuk yang dianjurkan mendapat vaksin ini? Lihat detail dan jadwal Vaksin Herpes Zoster Shingrix, atau tanya dulu lewat WhatsApp. Vaksinasi bisa dilakukan di klinik maupun di rumah Anda oleh dokter Klinik Vaxine Care.

Makanan yang Perlu Diperhatikan Selama Sakit

Selama masa pemulihan, utamakan pola makan bergizi seimbang dan cukup minum air putih. Batasi makanan tinggi gula dan makanan olahan, serta pilih makanan yang beragam seperti sayur, buah, sumber protein, dan lemak sehat. Pola makan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, tetapi tidak menggantikan pengobatan herpes zoster.

Daftar lengkap makanan yang sebaiknya dihindari dan yang dianjurkan ada di artikel Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Herpes Zoster.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah herpes zoster bisa kambuh?

Bisa. Herpes zoster dapat muncul kembali ketika virus varicella zoster yang menetap di tubuh kembali aktif. Penjelasannya ada di artikel Reaktivasi Herpes Zoster: Apa yang Harus Diwaspadai?.

Apa bedanya cacar air dan herpes zoster?

Cacar air adalah infeksi pertama kali. Herpes zoster terjadi ketika virus varicella zoster yang menetap di tubuh setelah cacar air kembali aktif.

Apakah vaksin varicella dan vaksin herpes zoster sama-sama diberikan 2 dosis?

Ya. Vaksin varicella diberikan dalam 2 dosis. Vaksin herpes zoster Shingrix juga diberikan dalam 2 dosis untuk kelompok yang dianjurkan.

Apakah cacar air bisa menyerang dua kali?

Cacar air bisa terjadi lebih dari sekali, tetapi jarang. Yang lebih umum adalah herpes zoster, yaitu ketika virus varicella zoster yang sudah ada di tubuh kembali aktif.

Apakah herpes zoster bisa menular?

Virus penyebab herpes zoster bisa menular ke orang lain. Namun, orang yang tertular akan mengalami cacar air, bukan herpes zoster, dan hal ini terutama berisiko pada orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum pernah divaksin cacar air. Penjelasan lengkapnya ada di artikel Apakah Herpes Zoster Menular? Bagaimana Penyebarannya?.

Kesimpulan

Satu virus, dua penyakit. Cacar air muncul saat virus varicella zoster pertama kali masuk ke tubuh, dan herpes zoster muncul saat virus yang sama aktif kembali bertahun-tahun kemudian.

Karena virus varicella zoster dapat menetap di tubuh dan kembali aktif, pencegahan tetap penting setelah cacar air sembuh. Vaksinasi sesuai anjuran dan menjaga kesehatan secara umum dapat membantu menurunkan risiko herpes zoster dan komplikasinya.

Referensi

 

Artikel ini telah ditinjau oleh:

dr. Patricia Vina - small

dr. Patricia Vina Suriani

 

Tayang: 8 Juli 2025 | Diperbarui: 4 September 2026

Artikel Lainnya