Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Herpes Zoster

Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Herpes Zoster

Penderita herpes zoster sebaiknya menghindari empat kelompok makanan: makanan olahan seperti fast food dan gorengan, minuman beralkohol, makanan tinggi lemak jenuh seperti sosis dan nugget, serta karbohidrat berindeks glikemik tinggi seperti roti putih, permen, dan sereal manis. Keempatnya sebaiknya dibatasi karena kurang mendukung pola makan sehat selama masa pemulihan.

Sebagai gantinya, perbanyak bawang putih, kunyit, buah beri, makanan fermentasi, dan sumber omega-3.

Mengatur pola makan bisa membantu proses pemulihan dan membuat tubuh lebih nyaman, tetapi tidak mengobati herpes zoster. Tidak ada makanan yang bisa menyembuhkan herpes zoster. Penanganan utamanya tetap dari dokter, dan makanan hanya berperan sebagai pendukung.

dr. Patricia Vina Suriani, dokter di Klinik Vaxine Care, mengingatkan soal waktu pemeriksaan. “Terlambat mengenali herpes zoster bukan berarti otomatis akan terjadi komplikasi, tetapi dapat membuat kesempatan untuk melakukan evaluasi dan terapi secara optimal menjadi terlewat.”

Jadi, menjaga pola makan tetap penting, tetapi jangan sampai menunda pemeriksaan ke dokter.

Apa Itu Herpes Zoster dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Pola Makan?

Herpes zoster biasanya menyerang orang yang pernah kena cacar air. Setelah cacar air sembuh, virus penyebabnya tidak hilang dari tubuh. Virus menetap di sel saraf dalam keadaan tidak aktif (Cleveland Clinic).

Virus varicella zoster ini bisa aktif kembali ketika daya tahan tubuh menurun. Faktor yang paling berpengaruh adalah usia dan kondisi daya tahan tubuh. Stres, baik stres fisik maupun pikiran, bisa ikut berperan, tapi bukan satu-satunya penyebab.

Herpes zoster muncul ketika virus yang sudah ada di dalam tubuh kembali aktif. Soal penularannya dibahas di artikel Apakah Herpes Zoster Menular? Bagaimana Penyebarannya?, sedangkan bedanya dengan herpes simplex ada di Perbedaan Penyebab, Gejala Herpes Zoster dan Herpes Simplex.

Pola makan bergizi bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh selama masa pemulihan, terutama pada lansia. Setelah usia 60 tahun, beberapa vitamin dan mineral berikut umumnya dianjurkan:

  • Asam folat
  • Vitamin lengkap seperti vitamin A, B, C dan E
  • Zat besi
  • Magnesium
  • Seng

4 Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Herpes Zoster

Sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar dilarang khusus karena herpes zoster. Namun, beberapa jenis makanan sebaiknya dibatasi karena kurang mendukung pola makan sehat selama masa pemulihan.

Ada beberapa kelompok makanan yang sebaiknya dibatasi selama mengalami herpes zoster. Berikut ringkasannya, lengkap dengan pilihan pengganti yang lebih baik:

Kelompok Sebaiknya dihindari Pilihan yang lebih baik
Makanan olahan Fast food, roti olahan, kue kering, keripik, minuman berenergi dan bersoda, gorengan Makanan segar yang dimasak sendiri, makanan fermentasi seperti yogurt dan kefir
Minuman Minuman beralkohol Air putih, teh herbal, minuman tanpa tambahan gula
Lemak Sosis, nugget, daging asap, minyak kelapa sawit, minyak kelapa Ikan berlemak, biji rami, kacang almond
Karbohidrat Sereal manis, permen, kentang, beras putih, roti putih, pasta Beras merah, jagung, ubi jalar, roti gandum utuh

Penjelasan masing-masing kelompok ada di bawah ini.

1. Makanan olahan

Makanan olahan sebaiknya dibatasi selama mengalami herpes zoster. Jenis makanan ini umumnya tinggi gula, garam, atau lemak.

Konsumsi gula dan garam berlebihan kurang baik untuk kesehatan secara keseluruhan, terutama pada lansia. Karena itu, selama masa pemulihan sebaiknya pilih makanan yang lebih segar dan bergizi.

Contoh makanan olahan yang sebaiknya dihindari:

  • Makanan cepat saji atau fast food
  • Berbagai macam roti olahan
  • Kue kering
  • Keripik atau kerupuk yang tidak sehat
  • Minuman-minuman berenergi dan bersoda
  • Makanan yang digoreng

2. Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol sebaiknya dihindari selama masa pemulihan karena dapat mengganggu kesehatan dan kondisi tubuh secara keseluruhan.

3. Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Makanan tinggi lemak jenuh sebaiknya dibatasi dan diganti dengan pilihan lemak yang lebih sehat.

Makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi:

  • Daging babi yang memiliki banyak lemak
  • Minyak kelapa sawit
  • Minyak kelapa
  • Daging babi asap
  • Sosis atau nugget
  • Lemak babi

4. Karbohidrat yang Memiliki IG (Indeks Glikemik) Tinggi

Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat sebuah makanan menaikkan gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat menaikkan gula darah lebih cepat. Karena itu, konsumsinya sebaiknya dibatasi dan diseimbangkan dengan sumber karbohidrat yang lebih berserat.

Makanan karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi:

  • Sereal manis
  • Permen manis
  • Umbi-umbian seperti kentang
  • Beras
  • Roti putih yang manis
  • Pasta

Daftar makanan yang sebaiknya dihindari saat herpes zoster juga dibahas di Healthline.

Makanan yang Dianjurkan untuk Penyakit Herpes Zoster

Tidak ada makanan khusus yang dapat menyembuhkan herpes zoster. Namun, beberapa pilihan makanan berikut dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan:

  • Bawang putih. Bisa digunakan sebagai bagian dari pola makan bergizi dan mengandung senyawa antioksidan.
  • Kunyit. Mengandung kurkumin, senyawa yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
  • Biji-bijian dan kacang-kacangan. Contohnya almond dan biji bunga matahari yang mengandung berbagai vitamin, mineral, dan lemak sehat.
  • Buah beri. Stroberi, blueberry, dan rasberi merupakan sumber vitamin dan antioksidan.
  • Rempah-rempah. Jahe dan kayu manis bisa menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan bergizi.
  • Makanan fermentasi. Kefir dan yogurt mengandung bakteri baik yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
  • Asam lemak omega-3. Banyak ditemukan pada ikan berlemak dan merupakan salah satu jenis lemak sehat yang baik untuk tubuh.

Apakah Diet Penting untuk Penyakit Herpes Zoster?

Pola makan bergizi tetap penting selama masa pemulihan, terutama karena tiga alasan berikut:

  • Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Seng serta berbagai vitamin dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi normal, termasuk fungsi daya tahan tubuh.
  • Mendukung daya tahan tubuh. Pola makan seimbang membantu tubuh mendapatkan energi, vitamin, mineral, dan protein yang dibutuhkan selama masa pemulihan.
  • Mengurangi peradangan. Pilihan makanan yang kaya sayur, buah, protein, dan lemak sehat dapat membantu menjaga kondisi tubuh selama masa pemulihan.

Diet Terbaik untuk Herpes Zoster

1. Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks bisa ditemukan pada beras merah, jagung, ubi jalar, dan roti gandum utuh. Jenis makanan ini umumnya lebih kaya serat dan bisa menjadi pilihan dibanding makanan atau minuman tinggi gula.

2. Makanan yang Mengandung Banyak Vitamin

Seng dan vitamin A, B12, C, serta E berperan menjaga daya tahan tubuh. Vitamin ini juga membantu menjaga sistem saraf dan otak, sehingga tubuh tidak mudah lelah.

Vitamin B, termasuk vitamin B12, berperan dalam menjaga fungsi sistem saraf. Karena herpes zoster berkaitan dengan saraf, kecukupan nutrisi selama masa pemulihan tetap penting.

Sumber makanan tinggi vitamin B:

  • Ayam atau unggas
  • Telur ayam
  • Daging sapi
  • Produk susu seperti yogurt dan keju

3. Makanan Kaya Protein dan Lemak Sehat

Protein penting untuk membantu tubuh mempertahankan dan memperbaiki jaringan. Sumbernya antara lain telur, ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Selain itu, Anda juga bisa memilih sumber lemak sehat seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Arginin vs Lisin pada Herpes Zoster

Arginin dan lisin adalah dua jenis asam amino, yaitu zat pembentuk protein dalam makanan.

Arginin dan lisin sering dibahas dalam kaitannya dengan infeksi virus herpes. Namun, bukti mengenai manfaat membatasi arginin atau meningkatkan lisin secara khusus untuk herpes zoster masih terbatas. Karena itu, Anda tidak perlu menjalani diet ketat berdasarkan kandungan arginin dan lisin tanpa anjuran dokter atau ahli gizi.

Arginin (dibatasi) Lisin (dianjurkan)
Cokelat Ikan dan ayam
Kacang tanah Daging sapi rendah lemak
Biji wijen, biji labu, dan biji bunga matahari Telur
Gelatin Produk susu seperti yogurt, kefir, dan keju

Kapan Harus ke Dokter?

Selain menjaga pola makan, perhatikan juga gejala yang membutuhkan pemeriksaan dokter segera. Periksakan diri Anda kalau muncul tanda berikut:

  • Ruam muncul di dekat mata atau wajah, karena berisiko mengganggu penglihatan
  • Nyeri sangat hebat dan tidak mereda dengan obat biasa
  • Gejala tidak membaik setelah 2–3 minggu
  • Daya tahan tubuh sedang lemah, misalnya karena penyakit kronis atau obat penekan sistem imun

Nyeri yang bertahan lama setelah ruam sembuh punya nama dan penanganan tersendiri. Pembahasannya ada di artikel Bagaimana Cara Menghilangkan Nyeri Pasca Herpes Zoster.

Setelah pulih, pertanyaan yang sering muncul adalah soal kemungkinan kambuh. Herpes zoster memang bisa muncul lagi di kemudian hari, dan penjelasannya ada di artikel Reaktivasi Herpes Zoster: Apa yang Harus Diwaspadai?.

Kalau sudah pernah mengalami herpes zoster, apakah masih perlu divaksin?

dr. Patricia Vina Suriani menjelaskannya begini. “Riwayat herpes zoster sebelumnya bukan berarti pasien sudah terlindungi seumur hidup, karena zoster dapat mengalami kekambuhan. Dalam rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster Rekombinan diberikan 2 dosis kepada semua orang usia ≥50 tahun dan orang usia ≥18 tahun dengan kondisi imunokompromais, baik yang memiliki maupun tidak memiliki riwayat herpes zoster sebelumnya.”

Kondisi imunokompromais yang beliau sebut adalah kondisi ketika daya tahan tubuh melemah, misalnya karena penyakit tertentu atau obat yang sedang dikonsumsi.

CDC juga menyebut bahwa pernah kena herpes zoster tidak menghalangi seseorang untuk divaksin. Tidak ada masa tunggu khusus setelah sembuh, asalkan ruamnya sudah hilang.

Kalau nanti Anda sudah pulih dan ingin tahu apakah vaksinasi cocok untuk kondisi Anda, lihat detail dan jadwal vaksinasi herpes zoster, atau tanya dulu lewat WhatsApp tanpa harus datang ke klinik. Klinik Vaxine Care juga punya layanan home service di area Jabodetabek, jadi vaksinasi bisa dilakukan di rumah setelah kondisi Anda benar-benar pulih.

Referensi

 

Artikel telah ditinjau oleh:

dr. Patricia Vina - small

dr. Patricia Vina Suriani

 

Tayang: 30 September 2025 | Diperbarui: 28 Agustus 2026

Artikel Lainnya