Perbedaan Ciri-Ciri, Penularan, Gejala Cacar Air dan Cacar Api

Perbedaan Ciri-Ciri, Penularan, Gejala Cacar Air dan Cacar Api

Cacar air dan cacar api disebabkan oleh virus yang sama, yaitu virus varicella zoster. Cacar air muncul saat virus ini pertama kali menginfeksi tubuh, biasanya di masa anak-anak. Cacar api, atau herpes zoster, muncul bertahun-tahun kemudian ketika virus yang menetap di tubuh kembali aktif.

Perbedaan yang paling kasat mata ada pada ruamnya. Ruam cacar air menyebar ke seluruh tubuh dan terasa sangat gatal. Ruam cacar api terbatas di satu sisi tubuh, mengikuti jalur saraf, dan terasa nyeri atau perih, bukan cuma gatal.

dr. Patricia Vina Suriani, dokter di Klinik Vaxine Care, menjelaskan kekeliruan yang paling sering ia temui pada pasien. “Kesalahan yang cukup sering adalah pasien menganggap semua ruam lepuh sebagai cacar air, lalu memilih menunggu sampai sembuh sendiri. Padahal, secara klinis keduanya berbeda. Cacar air biasanya menyebabkan ruam yang lebih menyebar, sedangkan herpes zoster khasnya berupa ruam lepuh yang nyeri dan cenderung terbatas pada satu sisi tubuh mengikuti dermatom.”

Dermatom yang beliau maksud adalah area kulit yang dilayani satu jalur saraf. Inilah sebabnya ruam cacar api biasanya muncul hanya di satu sisi tubuh, mengikuti garis jalur saraf tersebut.

4 Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api

Berikut ringkasan perbedaan keduanya, lalu penjelasan satu per satu di bawahnya:

Aspek Cacar Air Cacar Api (Herpes Zoster)
Penyebab Virus varicella zoster, infeksi pertama Virus varicella zoster yang sama, kembali aktif
Siapa yang kena Orang yang belum pernah cacar air, umumnya anak-anak Orang yang pernah cacar air, umumnya saat dewasa
Cara penularan Udara, percikan air liur, dan kontak langsung dengan kulit penderita Kontak dengan cairan lepuh, dan yang tertular akan kena cacar air, bukan cacar api
Pola ruam Bintik merah yang berubah jadi lenting, sangat gatal Lenting yang terasa gatal sekaligus perih
Lokasi ruam Mulai dari wajah dan tubuh bagian depan, lalu menyebar Terbatas di satu bagian tubuh, memusat mengikuti jalur saraf
Lama ruam mengering Sekitar 1 minggu Sekitar 3 sampai 5 minggu
Gejala awal Demam, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, lelah Nyeri, rasa terbakar, atau kesemutan yang mendahului ruam
Keluhan utama Gatal Nyeri saraf, bisa bertahan setelah ruam sembuh
Pencegahan Vaksin varicella Vaksin herpes zoster

1. Perbedaan Penyebab Cacar Air dan Cacar Api

Dari sisi penyebab, keduanya sebenarnya tidak berbeda. Cacar air dan cacar api sama-sama disebabkan virus varicella zoster, sering disingkat VZV.

Menurut National Library of Medicine, saat virus ini menginfeksi seseorang untuk pertama kali, yang muncul adalah cacar air. Cacar airnya akan membaik seiring waktu, tetapi virusnya tidak hilang dari tubuh.

Virus tetap berada di dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif. Suatu saat virus ini bisa aktif kembali dan memunculkan cacar api atau herpes zoster. Risiko virus kembali aktif meningkat seiring bertambahnya usia dan ketika daya tahan tubuh melemah. Stres bisa ikut berperan, tetapi bukan satu-satunya penyebab.

Penjelasan lebih lengkap soal virus ini ada di artikel Waspadai Virus Varicella Zoster.

2. Perbedaan Penularan Cacar Air dan Cacar Api

Cacar air sangat mudah menular. Penularannya lewat udara dan percikan cairan dari mulut atau hidung saat penderita bersin atau batuk. Bersentuhan langsung dengan kulit penderita juga bisa menularkan.

Cacar api berbeda. Orang yang sedang mengalami cacar api tidak menularkan cacar api ke orang lain. Yang bisa terjadi, virusnya berpindah lewat kontak dengan cairan lepuh, dan orang yang tertular akan mengalami cacar air, bukan cacar api.

Itu pun hanya berisiko pada orang yang belum pernah cacar air atau belum pernah divaksin cacar air. Penjelasan lengkapnya ada di artikel Apakah Herpes Zoster Menular? Bagaimana Penyebarannya?.

3. Perbedaan Ciri-ciri

Ruam merah pada cacar air berubah menjadi lenting yang terasa sangat gatal. Pada cacar api, lentingnya terasa gatal sekaligus perih, jadi keluhannya lebih berat.

Lama penyembuhannya juga berbeda. Pada cacar air, bintik merah mengering lebih cepat, sekitar 1 minggu sampai keropengnya mengelupas. Pada cacar api, prosesnya lebih lama, sekitar 3 sampai 5 minggu.

Perbedaan berikutnya ada pada penyebaran ruam. Ruam cacar air umumnya dimulai dari bagian tengah tubuh, meliputi wajah atau tubuh bagian depan, lalu menyebar. Ruam cacar api hanya muncul di satu bagian tubuh, berupa bintik-bintik yang memusat.

4. Perbedaan dari Gejala Awal

Gejala awal keduanya cukup berbeda, dan ini sering jadi petunjuk pertama.

Gejala awal cacar air. Menurut Mayo Clinic, cacar air muncul tiba-tiba, sering diawali demam, lalu diikuti ruam lepuh yang dimulai dari wajah, punggung, atau dada.

Sebelum ruam lepuh muncul, biasanya 1 sampai 2 hari sebelumnya, gejala yang terasa adalah:

  • Badan demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada sendi dan otot
  • Badan mudah lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kadang terasa seperti terbakar dan kesemutan

Demam pada cacar air biasanya berlangsung 3 sampai 5 hari dan umumnya tidak melebihi 39 derajat Celsius, jadi masih tergolong ringan. Penderita juga sering bersin dan batuk.

Gejala awal cacar api. Yang khas dari cacar api adalah nyeri yang muncul sebelum ruamnya terlihat. Nyeri ini berasal dari saraf di kulit, dan sering disalahartikan.

dr. Patricia Vina Suriani menjelaskan hal ini. “Kesalahan lainnya adalah pasien menganggap nyeri sebelum muncul ruam sebagai pegal atau saraf terjepit. Padahal fase prodromal seperti nyeri, rasa terbakar, kesemutan, atau gatal dapat mendahului ruam sekitar 48–72 jam.”

Fase prodromal yang beliau sebut adalah tahap awal sebelum gejala khas penyakitnya muncul. Jadi kalau Anda merasakan nyeri atau rasa terbakar di satu sisi tubuh tanpa sebab yang jelas, lalu dua sampai tiga hari kemudian muncul ruam di area yang sama, itu pola yang perlu diperiksakan.

Selain nyeri di kulit, keluhan lain yang dapat menyertai cacar api antara lain:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Nyeri pada kulit
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Mual dan muntah
  • Tubuh menggigil
  • Gangguan pada perut

Keluhan ini juga tercantum di Cleveland Clinic, yang menyebut gatal, demam, menggigil, sakit kepala, dan gangguan perut sebagai gejala herpes zoster di luar ruam. Medical News Today menyebut demam, mual atau muntah, sakit kepala, dan menggigil sebagai keluhan yang dapat muncul di fase awal.

Manakah yang Lebih Berbahaya?

Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Herpes Zoster

Secara umum, gejala cacar air lebih ringan dibandingkan cacar api. Meski begitu, keduanya sama-sama bisa menimbulkan komplikasi, dan sebagian besar orang pulih tanpa masalah serius.

Komplikasi cacar air yang perlu diwaspadai:

  • Sepsis atau septikemia, yaitu infeksi yang menyebar lewat darah
  • Pneumonia atau paru-paru basah
  • Ensefalitis, yaitu peradangan otak
  • Toxic shock syndrome (TSS), reaksi berat akibat racun bakteri
  • Kekurangan cairan atau dehidrasi
  • Pada kondisi yang berat, komplikasi ini bisa mengancam jiwa

Pada ibu hamil, cacar air juga dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk congenital varicella syndrome pada janin.

Komplikasi cacar api umumnya berupa nyeri berkepanjangan akibat gangguan saraf. Pada sebagian orang, nyeri ini bertahan bahkan setelah ruamnya sembuh. Kalau ruam muncul di sekitar mata, kondisi ini perlu perhatian khusus karena berisiko mengganggu penglihatan.

Kelompok yang perlu lebih berhati-hati terhadap keduanya adalah lansia, ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh rendah, dan pasien dengan penyakit kronis. Pada kelompok ini, pemeriksaan dokter biasanya diperlukan lebih cepat.

Soal waktu pemeriksaan, dr. Patricia Vina Suriani memberi konteks yang penting. “Terlambat mengenali herpes zoster bukan berarti otomatis akan terjadi komplikasi, tetapi dapat membuat kesempatan untuk melakukan evaluasi dan terapi secara optimal menjadi terlewat.”

Saat pemeriksaan, dokter umumnya melakukan penilaian sederhana: melihat pola dan lokasi ruam, menilai tingkat nyeri, menanyakan riwayat cacar air sebelumnya, dan mengevaluasi kondisi daya tahan tubuh. Dari situ dokter bisa menentukan apakah gejalanya cenderung ringan atau perlu penanganan lebih lanjut.

Kalau muncul ruam disertai demam atau nyeri yang tidak biasa, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan diagnosisnya. Selama masa pemulihan, hal lain yang sering ditanyakan pasien adalah soal makanan, dan pembahasannya ada di artikel Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Herpes Zoster.

Bisakah Cacar Air dan Cacar Api Dicegah?

Bisa, dan vaksinnya berbeda untuk masing-masing penyakit.

Untuk mencegah cacar air, yang diberikan adalah vaksin varicella. Vaksin ini umumnya diberikan sejak usia anak. Penjelasannya ada di artikel Pengertian, Tujuan, Prosedur, hingga Efek Samping Vaksin Varicella.

Untuk menurunkan risiko cacar api, yang diberikan adalah vaksin herpes zoster, yang di Indonesia tersedia dengan nama Shingrix. Vaksin ini dianjurkan untuk orang berusia 50 tahun ke atas, serta orang berusia 18 tahun ke atas dengan kondisi yang menyebabkan daya tahan tubuh melemah.

Berikut rincian layanan vaksin cacar ular di Klinik Vaxine Care:

Informasi Detail
Harga di klinik Rp 2.900.000
Harga layanan ke rumah Rp 2.950.000
Jadwal 2 dosis, jarak 2 sampai 6 bulan
Usia 18 tahun ke atas
Area layanan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

Harga di atas berlaku per dosis dan sudah termasuk vaksin, jasa dokter, dan transportasi.

Harga yang tercantum adalah harga saat artikel ini diperbarui dan bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk harga terkini, cek langsung di halaman Vaksin Herpes Zoster Shingrix.

Ingin tahu apakah Anda termasuk yang dianjurkan mendapat vaksin ini? Lihat detail dan jadwal Vaksin Herpes Zoster Shingrix, atau tanya dulu lewat WhatsApp. Tersedia juga vaksinasi dari rumah untuk area Jabodetabek.

Referensi

 

Ditinjau oleh:

dr. Patricia Vina - small

dr. Patricia Vina Suriani

 

Tayang: 28 Februari 2026 | Diperbarui: 8 September 2026

Artikel Lainnya