Apakah Herpes Zoster Menular? Bagaimana Penyebarannya?

Apakah Herpes Zoster Menular? Bagimana Penyebarannya?

Herpes zoster tidak menular dari satu orang ke orang lain sebagai herpes zoster. Namun, virus penyebabnya bisa menular dan menyebabkan cacar air pada orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum pernah divaksin cacar air. Penularannya bisa melalui cairan dari lepuh yang masih basah, dan berhenti begitu lepuh mengering dan berkeropeng.

Herpes zoster muncul karena virus varicella zoster, virus yang sama dengan penyebab cacar air. Setelah cacar air sembuh, virus ini tidak hilang dari tubuh. Virus menetap di sel saraf dalam keadaan tidak aktif, lalu suatu saat bisa aktif kembali dan memunculkan herpes zoster (Cleveland Clinic).

Jadi, herpes zoster bukan penyakit yang Anda dapatkan langsung dari orang lain. Penyakit ini muncul ketika virus yang sudah ada di dalam tubuh kembali aktif.

Apakah Herpes Zoster Menular?

Ya, virusnya bisa berpindah ke orang lain, tapi yang menular bukan herpes zosternya. Menurut CDC, Anda tidak bisa tertular herpes zoster dari orang yang sedang mengalaminya. Yang mungkin terjadi adalah Anda tertular cacar air, dan itu pun hanya kalau Anda belum pernah cacar air atau belum pernah divaksin cacar air.

Saat seseorang kena cacar air, tubuhnya membentuk antibodi terhadap virus varicella zoster. Antibodi ini melindungi dari cacar air berikutnya. Tapi antibodi tidak menghilangkan virus yang sudah menetap di sel saraf. Karena itu orang yang pernah cacar air tetap bisa kena herpes zoster di kemudian hari.

Penjelasan lengkap soal dua penyakit dari satu virus ini ada di artikel Perbedaan Ciri-Ciri, Penularan, Gejala Cacar Air dan Cacar Api.

Virus hanya menular selama lepuh masih basah dan belum berkeropeng. Begitu lepuh mengering dan berkerak, penderita sudah tidak menularkan virus lagi. Sebelum lepuh muncul pun, penderita belum menularkan.

dr. Yenny Tirtaningrum, dokter di Klinik Vaxine Care, menjelaskan gambaran pasien yang paling sering ia tangani. “Yang paling sering saya temui adalah pasien dewasa, terutama usia lanjut. Biasanya mereka datang dengan keluhan nyeri, rasa terbakar, kesemutan, atau sangat sensitif pada satu sisi tubuh, lalu muncul ruam berupa lepuhan-lepuhan kecil yang mengikuti pola satu saraf atau dermatom. Kadang justru nyerinya sudah muncul 2–3 hari sebelum ruam sehingga pasien awalnya mengira sebagai nyeri otot atau masalah saraf biasa.”

Dermatom yang beliau maksud adalah area kulit yang dilayani satu jalur saraf. Inilah sebabnya ruam herpes zoster biasanya muncul di satu sisi tubuh saja, mengikuti garis jalur saraf tersebut.

Ada satu hal penting dari penjelasan di atas. Nyeri sering muncul lebih dulu sebelum ruam. Artinya seseorang bisa saja belum sadar dirinya kena herpes zoster saat lepuh pertama mulai muncul.

Bagaimana Herpes Zoster Menyebar?

Penularan terjadi lewat kontak langsung dengan cairan dari lepuh yang belum kering. CDC juga menyebut jalur kedua, yaitu menghirup partikel virus yang berasal dari lepuh. Selama lepuh masih terbuka dan basah, risiko menular ke orang yang belum pernah cacar air tetap ada.

Beberapa langkah berikut bisa membantu mencegah penularan ke orang di sekitar Anda:

  • Menutup lepuh yang masih basah supaya cairannya tidak menyebar
  • Menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun
  • Menjaga jarak dari orang lain sampai lepuh mengering

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Herpes Zoster?

Siapa pun yang pernah kena cacar air bisa mengalami herpes zoster. Risikonya naik seiring bertambahnya usia, dan paling sering muncul pada orang berusia 50 tahun ke atas.

Orang dengan daya tahan tubuh yang lemah juga lebih berisiko, terutama yang berada dalam kondisi berikut:

  • Mengidap jenis kanker tertentu
  • Memiliki penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh, misalnya HIV
  • Mengonsumsi obat yang menurunkan daya tahan tubuh, misalnya steroid atau obat setelah transplantasi organ
  • Sedang mengalami kondisi yang menurunkan daya tahan tubuh, misalnya infeksi atau stres berat

Soal stres, ada satu hal yang sering disalahpahami. dr. Yenny meluruskannya. “Bukan semata-mata karena stres atau kecapekan. Stres fisik maupun psikologis dapat menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan penurunan imunitas, tetapi faktor yang paling konsisten adalah usia dan kondisi imunitas. Herpes zoster juga dapat terjadi pada orang yang tampak sehat.”

Jadi stres bukan penyebab utama. Stres hanya salah satu faktor yang bisa ikut berperan. Orang yang merasa hidupnya baik-baik saja pun tetap bisa kena herpes zoster.

Untuk gambaran menyeluruh soal virus penyebabnya, baca Waspadai Virus Varicella Zoster.

Orang yang pernah kena herpes zoster juga masih bisa mengalaminya lagi di kemudian hari.

Apa Komplikasi Herpes Zoster?

Selain ruam dan nyeri, herpes zoster bisa disertai keluhan lain seperti sakit perut, menggigil, sakit kepala, dan demam. Ada juga beberapa masalah lanjutan yang bisa muncul.

1. Pneumonia, Radang Otak, atau Kondisi Berat Lainnya

Pada sebagian kasus, herpes zoster bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih berat seperti pneumonia atau radang otak. Komplikasi seberat ini jarang terjadi. Tapi inilah alasan keluhan herpes zoster sebaiknya diperiksakan ke dokter, bukan ditunggu sembuh sendiri.

2. Nyeri yang Menetap Setelah Ruam Sembuh (Neuralgia Pasca Herpes)

Neuralgia pasca herpes, sering disingkat NPH, adalah nyeri yang tetap terasa setelah ruamnya sembuh. Ini komplikasi yang paling sering terjadi. Pada sebagian orang, nyeri membaik dalam beberapa minggu atau bulan. Pada sebagian lain, nyeri bisa bertahan sampai bertahun-tahun dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara menanganinya dibahas di artikel Bagaimana Cara Menghilangkan Nyeri Pasca Herpes Zoster.

3. Gangguan Penglihatan

Gangguan penglihatan bisa terjadi kalau herpes zoster menyerang area mata. Gangguannya bisa sementara, bisa juga menetap. Kalau herpes zoster muncul di dalam atau di dekat telinga, keluhan yang timbul bisa berupa gangguan pendengaran dan keseimbangan, kadang disertai kelemahan otot di satu sisi wajah.

Bisakah Penyakit Herpes Zoster Dicegah?

Bisa. Pencegahannya bisa dilakukan dalam dua hal: mencegah penularan saat sedang sakit dan melakukan vaksinasi untuk menurunkan risiko herpes zoster.

Lapis pertama untuk Anda yang sedang mengalami herpes zoster, yaitu mencegah virus menular ke orang lain:

  • Tidak menyentuh atau menggaruk ruam
  • Rajin mencuci tangan
  • Menjaga ruam tetap tertutup
  • Menjauhi bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah
  • Menjauhi orang yang belum pernah cacar air dan belum divaksin cacar air, terutama ibu hamil
  • Menjauhi orang dengan daya tahan tubuh lemah, misalnya yang sedang sakit

Lapis kedua adalah vaksinasi, untuk menurunkan risiko kena herpes zoster dan komplikasinya. Vaksin yang tersedia di Indonesia bernama Shingrix. Vaksin ini termasuk vaksin rekombinan, yaitu vaksin yang dibuat tanpa memakai virus hidup.

Pertanyaan yang sering muncul: kalau sudah pernah kena, apakah masih perlu divaksin? dr. Yenny menjawabnya begini. “Riwayat herpes zoster sebelumnya bukan berarti pasien sudah terlindungi seumur hidup, karena zoster dapat mengalami kekambuhan. Dalam rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster Rekombinan diberikan 2 dosis kepada semua orang usia ≥50 tahun dan orang usia ≥18 tahun dengan kondisi imunokompromais, baik yang memiliki maupun tidak memiliki riwayat herpes zoster sebelumnya.”

Kondisi imunokompromais yang beliau sebut adalah kondisi ketika daya tahan tubuh melemah, misalnya karena penyakit tertentu atau obat yang sedang dikonsumsi.

Berikut rincian layanan vaksin herpes zoster Shingrix di Klinik Vaxine Care:

Informasi Detail
Harga di klinik Rp 2.900.000
Harga layanan ke rumah Rp 2.950.000
Jadwal 2 dosis, jarak 2 sampai 6 bulan
Usia 18 tahun ke atas
Area layanan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

Harga di atas berlaku per dosis dan sudah termasuk vaksin, jasa dokter, dan transportasi.

Harga yang tercantum adalah harga saat artikel ini diperbarui dan bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk harga terkini, cek langsung di halaman Vaksin Herpes Zoster Shingrix.

Ingin tahu apakah Anda termasuk yang dianjurkan mendapat vaksin ini? Lihat detail dan jadwal Vaksin Herpes Zoster Shingrix, atau tanya jadwal dan ketersediaannya lewat WhatsApp. Vaksinasi bisa dilakukan di klinik maupun di rumah Anda oleh dokter Klinik Vaxine Care.

Selama masa pemulihan, hal lain yang sering ditanyakan pasien adalah soal makanan. Pembahasannya ada di artikel Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Herpes Zoster.

Referensi

 

Artikel ini telah ditinjau oleh

dr. Yenny Tirtaningrum

 

Tayang: 12 September 2024 | Diperbarui: 26 Agustus 2026

Artikel Lainnya