Vaksinasi sebelum menikah bukan hanya dianjurkan untuk calon pengantin wanita. Calon pengantin pria juga disarankan mendapatkan beberapa vaksin sebelum menikah, yaitu tetanus (TT/Tdap), Hepatitis B, MMR, dan HPV. Selain melindungi diri sendiri, vaksin-vaksin ini juga...
Suntik tetanus sebelum menikah tidak wajib secara hukum untuk semua orang, tetapi tetap sangat dianjurkan, terutama bagi calon pengantin wanita. Selain masih menjadi bagian dari persyaratan administrasi pernikahan di sebagian KUA, vaksin ini juga membantu melindungi...
Vaksin HPV setelah menikah tetap boleh dan tetap dianjurkan. Menikah atau sudah aktif secara seksual bukan berarti sudah terlambat untuk mendapatkan vaksin HPV. Vaksin ini tetap dapat membantu melindungi dari tipe HPV yang belum pernah menginfeksi tubuh, dan dapat...
Idealnya, jarak vaksin HPV dosis pertama dan dosis kedua adalah sekitar 6 bulan, terutama pada kelompok usia yang direkomendasikan yaitu 10–13 tahun. Namun, jadwal vaksin HPV dapat berbeda tergantung usia dan kondisi penerima vaksin. Karena itu, memahami aturan dosis...
Sebelum memasuki kehidupan pernikahan, kesehatan pasangan perlu menjadi prioritas. Salah satu langkah paling penting adalah melakukan vaksin pranikah, yaitu rangkaian imunisasi untuk melindungi pasangan serta calon anak dari penyakit infeksi jangka panjang. Di...
Vaksin sebelum menikah menjadi salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan pasangan yang akan menempuh hidup baru terutama bagi mempelai perempuan. Meskipun penting, masih banyak calon pasangan suami istri di Indonesia yang mengabaikannya. Pengabaian ini bukanlah...