Calon Pasutri Penting dapatkan Vaksin Pranikah! Ini 3 Jenisnya

Vaksin Pranikah Vakisnasi Calon Pasutri Suami Istri Vaxine Care

Sebelum memasuki kehidupan pernikahan, kesehatan pasangan perlu menjadi prioritas. Salah satu langkah paling penting adalah melakukan vaksin pranikah, yaitu rangkaian imunisasi untuk melindungi pasangan serta calon anak dari penyakit infeksi jangka panjang.

Di Indonesia, beberapa vaksin direkomendasikan untuk dilakukan sebelum menikah, terutama bagi pasangan yang merencanakan kehamilan dalam 3–12 bulan ke depan.

Artikel ini merangkum jenis vaksin, manfaat, waktu terbaik pemberian, dan panduan praktis agar Anda dan pasangan dapat memulai pernikahan dengan kondisi kesehatan yang optimal.

Baca Juga: 3 Manfaat Vaksin HPV untuk Anak dan Dewasa

Jenis Vaksin Pranikah yang Direkomendasikan

Bagi catin atau calon pengantin, melakukan vaksin pranikah sangat penting untuk menghindari masalah selama berumah tangga. Terlebih mereka juga akan melakukan aktivitas seksual dan memiliki anak.

Untuk itu, simak apa saja jenis vaksin pranikah di bawah ini.

1. Vaksin HPV

Vaksin HPV direkomendasikan untuk wanita dan pria yang belum pernah melakukan hubungan seksual. HPV atau human papillomavirus adalah virus yang dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita dan kanker orofaringeal pada pria.

Dilansir dari American Cancer Society, Vaksinasi HPV sangat penting untuk mencegah infeksi HPV dan melindungi diri dari risiko kanker.

Vaksin HPV dapat dilakukan pada usia 9-26 tahun. Apabila menikah dengan usia di atas batas tersebut dianjurkan untuk melakukan konsultasi dahulu dengan dokter.

2. Vaksin MMR

Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) direkomendasikan untuk calon pasangan yang belum pernah menderita penyakit tersebut.

Penyakit MMR dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama jika terjadi selama kehamilan.

Selanjutnya, vaksin MMR dapat dilakukan pada usia 9 bulan hingga 45 tahun. Jadi, jika saat masih kecil belum pernah mendapatkan vaksin MMR, wajib dilakukan sebelum menikah.

Sediakan waktu setidaknya beberapa bulan sebelum menikah untuk mendapatkan vaksinasi secara lengkap.

Catatan penting: Vaksin MMR tidak boleh diberikan saat hamil dan setelah vaksin, dianjurkan untuk menunda kehamilan selama 1 bulan.

Baca Juga: Pentingnya Vaksin MMR untuk Dewasa beserta Prosedurnya

3. Vaksin Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B direkomendasikan untuk calon pasangan yang belum pernah melakukan vaksinasi sebelumnya dan belum pernah menderita hepatitis B. Hepatitis B adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit hati dan kanker hati.

Vaksin Hepatitis B sangat penting untuk mencegah penyebaran virus ini, terutama jika calon pasangan memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi.

Karena risiko penyakit ini selalu ada di mana saja, jadi vaksin sangat wajib dilakukan.

4. Vaksin Varisela (Cacar Air)

Vaksin Varisela atau cacar air direkomendasikan untuk calon pasangan yang belum pernah menderita penyakit tersebut atau belum pernah divaksinasi sebelumnya.

Dilansir dari Mayo Clinic, Varicella dapat menyebabkan komplikasi serius terutama jika terjadi selama kehamilan.

Vaksin Varisela dapat dilakukan pada usia 12 bulan hingga 62 tahun. Lakukan vaksin jauh-jauh hari agar tidak mengganggu acara pernikahan.

Baca Juga: Waspadai Virus Varicella Zoster, Penyebab Cacar Air & Cacar Api

5. Vaksin DPT dan TT

Vaksin DPT (Diphtheria, Pertussis, Tetanus) dan TT (Tetanus Toxoid) direkomendasikan untuk calon pasangan yang belum pernah menderita penyakit tersebut atau belum pernah divaksinasi sebelumnya.

Vaksin DPT dan TT sangat penting untuk mencegah risiko penyakit dan komplikasi selama kehamilan dan melindungi bayi yang belum divaksinasi dari infeksi. Selanjutnya, DPT dan TT dapat dilakukan pada usia berapa pun.

Apakah Pria Juga Perlu Vaksin Pranikah?

Ya. Vaksin pranikah bukan hanya untuk calon istri. Calon suami juga dianjurkan vaksin karena:

  • dapat menularkan Hepatitis B atau HPV,
  • membantu menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat,
  • melindungi pasangan saat program hamil.

Kapan Harus Melakukan Vaksin Pranikah?

Tubuh membutuhkan waktu membentuk antibodi setelah vaksin. Berikut panduan umum waktu pemberian:

  • 6 bulan sebelum menikah: HPV dosis 1, Hepatitis B dosis 1
  • 5 bulan sebelum menikah: MMR dan Varisela
  • 1–2 bulan sebelum menikah: HPV dosis 2, Hepatitis B dosis 2, DPT/Tdap
  • 6 bulan setelah vaksin pertama Hepatitis B: vaksin dosis 3

Jadwal dapat berbeda sesuai kebutuhan dan hasil pemeriksaan dokter.

Screening Penting Sebelum Vaksin Pranikah

Sebelum vaksinasi, dokter biasanya menyarankan:

  • Pemeriksaan antibodi rubella & varisela
  • Tes HBsAg untuk Hepatitis B
  • Pemeriksaan kehamilan sebelum vaksin MMR/Varisela
  • Review riwayat imunisasi

Screening ini membantu menentukan vaksin mana yang benar-benar dibutuhkan.

Alasan Pentingnya Vaksin Pranikah

Alasan Pentingnya Vaksin Pranikah

Pernikahan adalah momen yang sangat spesial bagi pasangan yang saling mencintai. Namun, pernikahan juga merupakan momen yang memerlukan persiapan yang matang, terutama kesehatan.

Salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah vaksin pranikah. Namun, masih banyak pasangan yang belum menyadari pentingnya vaksin pranikah.

Berikut beberapa alasan kenapa vaksin pranikah itu penting:

1. Mencegah Penularan Penyakit Menular Seksual

Salah satu alasan utama mengapa vaksin pranikah penting adalah untuk mencegah penularan penyakit menular seksual.

Beberapa penyakit menular seksual yang sangat berbahaya dan dapat menyebar dengan cepat adalah HIV, hepatitis B, dan human papillomavirus (HPV).

Dengan vaksinasi sebelum menikah, pasangan dapat mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual tersebut.

2. Proteksi Bagi Calon Ibu

Vaksin pranikah juga sangat penting untuk melindungi calon ibu. Beberapa jenis vaksin, seperti vaksin rubella, dapat melindungi calon ibu dari penyakit yang dapat membahayakan janinnya.

Selain itu, vaksin juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi selama kehamilan yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.

3. Menjaga Kesehatan Pasangan

Dengan melakukan vaksin pranikah, pasangan dapat menjaga kesehatan satu sama lain. Jika satu pasangan terinfeksi penyakit menular seksual, maka pasangannya juga berisiko terkena penyakit yang sama.

Oleh karena itu, dengan melakukan vaksin pranikah, pasangan dapat meminimalkan risiko penularan penyakit menular seksual dan menjaga kesehatan satu sama lain.

4. Meningkatkan Kualitas Hidup

Salah satu manfaat yang mungkin tidak langsung terlihat dari vaksin pranikah adalah meningkatkan kualitas hidup.

Dengan menghindari risiko penyakit menular seksual, pasangan dapat menghindari kekhawatiran yang berhubungan dengan kesehatan seksual.

Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasangan dan membantu mereka menikmati pernikahan mereka dengan lebih tenang.

5. Memenuhi Syarat Administrasi Pernikahan

Terakhir, vaksin pranikah juga diperlukan sebagai syarat administrasi pernikahan. Beberapa negara memerlukan pasangan untuk di vaksin sebelum menikah.

Dalam hal ini, melakukan vaksin pranikah tidak hanya penting untuk kesehatan, tetapi juga untuk memenuhi persyaratan administratif yang diperlukan untuk melangsungkan pernikahan.

Melakukan Vaksin Pranikah di Klinik Vaxine Care

Apakah Anda berencana untuk melakukan vaksin pranikah setelah mengetahui manfaatnya? Jika iya, Vaxine Care bisa menjadi pilihan klinik yang tepat untuk Anda.

Klinik menawarkan layanan vaksinasi pranikah dengan dua jenis vaksin yang tersedia, yaitu hepatitis B, TT, HPV, dan MMR. Anda dapat melakukan vaksinasi dengan nyaman dan tenang di klinik ini.

Selain itu, Vaxine Care juga menyediakan layanan Vaksinasi di Rumah, sehingga Anda dapat menerima vaksin tanpa antri dan tanpa macet. Semua layanan ini dilakukan oleh dokter profesional sehingga terjamin keamanannya.

Segera lakukan reservasi dengan pasangan Anda di sini atau konsultasikan dengan kami untuk informasi lebih lanjut!

 

 

Refrensi:

 

 

Artikel telah ditinjau oleh:

dr. Firdausina Ardian Vega

dr. Firdausina Ardian Vega

Artikel Lainnya