Vaksin sebelum menikah menjadi salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan pasangan yang akan menempuh hidup baru terutama bagi mempelai perempuan.
Meskipun penting, masih banyak calon pasangan suami istri di Indonesia yang mengabaikannya.
Pengabaian ini bukanlah hal baru, banyak suami istri yang akhirnya menyesal karena menunda atau tidak mendapatkan vaksin setelah terkena penyakit tertentu.
Salah satu fungsi vaksin bagi perempuan sebelum menikah adalah mencegah terjadinya penyakit ketika masa pernikahan atau kehamilan.
Kemudian apa saja daftar vaksin yang harus diperoleh oleh mempelai perempuan sebelum melangsungkan pernikahan?
Simak pembahasan lengkapnya di artikel ini agar selalu sehat terutama ketika mengandung.
Apa Tujuan Vaksinasi Sebelum Menikah?
Melakukan vaksinasi sebelum menikah memiliki banyak manfaat, terutama bagi calon pengantin wanita. Tujuan utamanya adalah mencegah penyakit menular yang bisa berdampak pada kehamilan, kesuburan, dan janin.
Berikut manfaat penting vaksinasi pranikah:
-
Melindungi dari penyakit menular seksual (PMS) seperti HPV dan Hepatitis B.
-
Mempersiapkan kehamilan yang sehat, terutama untuk mencegah infeksi berisiko pada ibu hamil.
-
Mencegah penularan penyakit ke pasangan melalui kontak tubuh atau hubungan seksual.
-
Memberikan perlindungan jangka panjang bagi keluarga dan generasi berikutnya.
Dengan tubuh yang sehat dan terlindungi, Anda dan pasangan bisa memulai kehidupan baru tanpa kekhawatiran penyakit menular.
Baca juga: Sudah Terlanjur, Perlukah Vaksin HPV Setelah Menikah?
Daftar Vaksin Wajib Sebelum Menikah
Berikut beberapa jenis vaksin yang disarankan oleh CDC dan Kementerian Kesehatan RI untuk dilakukan sebelum menikah:
-
Vaksin Influenza
Vaksin influenza menjadi daftar wajib vaksin yang harus dilakukan oleh perempuan sebelum melaksanakan pernikahan.
Hal ini bertujuan ketika perempuan masuk masa kehamilan, maka tubuhnya sudah memiliki pertahanan yang baik untuk melawan virus influenza.
Terserang virus influenza ketika hamil akan beresiko bagi perkembangan janin.
Gejala yang dirasakan juga akan lebih parah dibandingkan dengan orang normal karena kondisi tubuh ibu hamil lebih rentan terhadap gejala influenza seperti pusing, sakit tenggorokan, pilek, batuk dan lain sebagainya.
Dosis: 1 kali per tahun.
Waktu ideal: sebelum musim flu (biasanya menjelang musim hujan).
Baca Juga: Perlukah Vaksin Flu Setiap Tahun? Ini Alasannya!
-
Vaksin HPV
HPV merupakan singkatan dari Human Papillomavirus. Virus ini merupakan penyebab utama penyakit kanker serviks pada perempuan.
Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan pasangan.
Vaksin ini disarankan untuk diberikan bagi perempuan sebelum melakukan hubungan seksual atau menikah.
Hal ini akan membantu perempuan untuk mencegah terserang virus tersebut ketika sudah menikah atau melakukan hubungan seksual.
Dosis: 2–3 kali suntikan, tergantung usia penerima.
Waktu terbaik: 6–12 bulan sebelum menikah.
Menurut WHO, vaksin HPV dapat mencegah lebih dari 90% kasus kanker serviks jika diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual.
-
Vaksin Measles, Mumps, dan Rubella
Suntik vaksin yang harus dilakukan sebelum menikah yang ketiga adalah vaksin measles, mumps, dan rubella atau biasa dikenal dengan penyakit campak, gondongan dan rubella.
Ketiga penyakit ini akan sangat berbahaya jika menyerang perempuan yang sedang hamil.
Ketika ibu hamil terserang salah satu penyakit tersebut, maka akan sangat beresiko terhadap janin.
Bahkan bisa mengalami keguguran spontan atau cacat saat bayi lahir. Sehingga, vaksin ini sangat penting terutama bagi yang ingin langsung memiliki momongan.
Dosis: 1 kali suntikan.
Hindari kehamilan setidaknya 1 bulan setelah vaksin MMR.
-
Vaksin Cacar Air
Bagi perempuan yang ingin memiliki momongan segera setelah menikah, maka vaksin cacar air menjadi hal wajib.
Pasalnya, penyakit cacar air pada ibu hamil akan membawa dampak yang sangat beresiko bagi janin yang dikandung.
Vaksin cacar air ini juga sangat disarankan untuk diberikan sebelum menikah karena tidak akan efektif jika diberikan ketika wanita sudah mengandung.
Selain itu, jika Anda belum pernah terserang penyakit ini seumur hidup, maka Anda harus melakukan vaksin cacar air sebelum menikah.
Dosis: 2 kali suntikan, dengan jarak 4–8 minggu.
Hindari vaksin ini selama kehamilan.
-
Vaksin Hepatitis B
Vaksin ini mencegah infeksi virus hepatitis B, yang bisa menular lewat darah dan cairan tubuh, termasuk hubungan seksual. Penting untuk pria maupun wanita, karena virus ini juga bisa menular dari ibu ke bayi saat persalinan.
Dosis: 3 kali suntikan dalam 6 bulan.
Konsultasikan dengan dokter jika belum pernah mendapatkan vaksin ini sebelumnya.
Baca Juga: Waspadai Cara Penularan Hepatitis B, Lindungi Diri & Keluarga Sekarang!
-
Vaksin DPT/TT (Difteri, Pertusis, Tetanus / Tetanus Toksoid)
Sesuai peraturan Kemenkes RI, vaksin TT menjadi vaksin wajib bagi calon pengantin wanita untuk mencegah tetanus, terutama saat persalinan. Jika Anda sudah pernah mendapat vaksin DPT, cukup lakukan booster setiap 10 tahun.
Dosis: 2 kali (TT1 dan TT2) dengan jarak minimal 4 minggu.
Melindungi ibu dan bayi dari risiko infeksi tetanus saat melahirkan.
Apakah Pria Juga Perlu Vaksin Sebelum Menikah?
Tentu saja. Meski sebagian besar vaksin pranikah difokuskan pada wanita, beberapa vaksin juga penting untuk pria, antara lain:
-
HPV: Mencegah kutil kelamin dan kanker penis.
-
Hepatitis B: Mencegah penularan ke pasangan.
-
Influenza: Melindungi diri dan calon istri dari penularan flu.
Dengan vaksinasi bersama, pasangan dapat membangun perlindungan yang saling menguatkan sejak awal pernikahan.
Efek Samping dan Tips Setelah Vaksinasi
Efek samping vaksin umumnya ringan dan bersifat sementara, seperti:
-
Nyeri atau bengkak di area suntikan
-
Sakit kepala ringan
-
Demam rendah
-
Lemas atau pegal
Tips agar tubuh cepat pulih:
-
Minum cukup air putih
-
Istirahat yang cukup
-
Hindari aktivitas berat 24 jam setelah vaksin
Segera hubungi dokter jika mengalami reaksi alergi berat seperti sesak napas, gatal berlebihan, atau pembengkakan luas.
Konsultasi dan Vaksinasi Pranikah di Vaxine Care
Untuk memenuhi kebutuhan vaksin sebelum menikah, Anda tidak perlu repot dan khawatir. Vaxine Care berkomitmen untuk memberikan layanan vaksinasi HPV terbaik bagi Anda dan keluarga. Segera dapatkan layanan vaksin HPV terbaik bagi Anda dan keluarga hanya di Vaxine Care.
Anda dapat melakukan vaksinasi premarital untuk upaya pencegahan. Lakukan reservasi melalui halaman kontak dan dapatkan informasi seputar vaksin lainnya di halaman blog Vaxine Care.
Reference:
- CDC, diakses pada Oktober 2025, Vaccine Recommendations Before, During, and After Pregnancy
- Mayo Clinic, diakses pada Oktober 2025, Measles, mumps, rubella, and varicella virus vaccine live (subcutaneous route, intramuscular route)
- GWS Medika, diakses pada Maret 2024, Starting Your Love Journey with Immunity: Four Mandatory Vaccines for Future Brides
- Voi.Id, diakses pada Maret 2024, Types Of Vaccine Before Marriage For Male And Female Bride Candidates
Artikel telah ditinjau oleh:






