Perbedaan Ciri-Ciri, Penularan, Gejala Cacar Air dan Cacar Api

Perbedaan Ciri-Ciri, Penularan, Gejala Cacar Air dan Cacar Api

Cacar sudah menjadi penyakit kulit yang bisa menyerang anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Setidaknya ada dua jenis cacar yang paling umum ditemui, yaitu cacar api dan cacar air. Meskipun gejalanya hampir mirip, tetapi masih ada beberapa perbedaan cacar air dan cacar api.

Seseorang yang pernah mengidap cacar air maka sangat berisiko untuk mengalami cacar api. Perbedaan keduanya bisa diketahui dari penularan, ciri-ciri, hingga gejala awal yang dialami. Agar semakin paham, simak perbedaan selengkapnya di bawah ini.

4 Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api 

Inilah beberapa perbedaan antara cacar air dan cacar api yang penting untuk dipahami:

1. Perbedaan Penyebab Cacar Air dan Cacar Api

Dilihat dari segi penyebab, cacar air sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang terlalu menonjol. Kedua penyakit kulit ini disebabkan oleh sebuah virus yang berbahaya, yaitu varicella zoster atau VZV. 

Baca Juga: Vaksin Demam Berdarah, Apakah Efektif dan Siapa yang Perlu?

Dilansir dari National Library of Medicine, apabila varicella zoster menginfeksi seseorang pertama kali, maka akan menyebabkan cacar air (varicella).  Penyakit cacar air yang dialami tentunya bisa semakin membaik seiring dengan berjalannya waktu.

Meskipun begitu, tetapi virus varicella zoster masih ada dalam tubuh sehingga dikatakan dormant. Dormant berarti tertidur dalam waktu tertentu sehingga bisa aktif kembali setelah mendapat rangsangan seperti stress. Virus yang aktif akan memicu terjadinya penyakit cacar api atau yang disebut herpes zoster. 

2. Perbedaaan Penularan Cacar Air dan Cacar Api

Cacar air merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang bisa menular dengan mudah. Penyakit ini bisa ditularkan melalui udara dan droplet (cairan) yang dikeluarkan seseorang dari mulut atau hidung saat bersin. Seseorang bisa mudah tertular penyakit ini jika bersentuhan langsung dengan kulit penderitanya.

Disamping itu, cacar api sendiri termasuk dalam kategori penyakit tidak menular sehingga berbeda dengan cacar air. Namun, jika orang di sekitar ada yang terkena herpes zoster maka keberadaan virus tersebut akan menyebar.

Bila tidak pernah mengidap cacar air lalu bersentuhan dengan penderita cacar api, maka tidak akan tertular. Hanya saja masih memiliki kemungkinan untuk terinfeksi virus varicella zoster yang mengakibatkan cacar air.

3. Perbedaan Ciri-ciri

Penyakit kulit ini ternyata juga memiliki banyak perbedaan jika dilihat dari ciri-cirinya. Ruam merah pada cacar air bisa mengalami perubahan menjadi lenting yang terasa sangat gatal. Berbeda halnya dengan cacar api karena lentingnya terasa gatal sekaligus perih sehingga lebih parah.

Pada cacar air, ruam berupa bintik merah akan mengalami proses mengering yang lebih cepat. Mungkin hanya butuh 1 minggu, dimana keropeng cacar air akan menjadi mengelupas. Memang lebih cepat dari cacar api yang membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 minggu.

Tak cukup sampai disitu, perbedaan kedua penyakit kulit ini akan ditunjukkan melalui penyebaran ruam. Ruam cacar air umumnya dimulai dari bagian tengah tubuh yang meliputi wajah ataupun tubuh bagian depan.

Pada cacar api, ruam hanya menyebar di satu anggota tubuh dalam bentuk bintik-bintik yang memusat. Meskipun begitu, ruam secara bertahap 

4. Perbedaan dari Gejala Awal 

Salah satu hal penting yang menjadi perbedaan cacar air dan cacar api adalah gejala awal yang ditimbulkan. Penyakit cacar air ataupun cacar api menunjukkan gangguan kesehatan yang membuat penderita tidak nyaman.

  • Gejala Cacar Air

Dilansir dari Mayo Clinic, penyakit cacar air menimbulkan gejala awal berupa serangan yang terjadi secara tiba-tiba seperti demam. Seseorang juga akan merasakan ruam lepuh yang dimulai dari bagian wajah, punggung, ataupun dada. 

Sebelum ruam lepuh yang muncul setelah 1 atau 2 hari, maka gejala awalnya adalah sebagai berikut:

  • Badan demam
  • Sakit kepala
  • Rasa nyeri yang terjadi pada sendi dan otot
  • Badan sering mengalami rasa lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Terkadang merasa seperti terbakar dan kesemutan

Demam yang dirasakan oleh penderita cacar air biasanya akan berlangsung sekitar 3 sampai dengan 5 hari. Namun, temperatur tubuh tidak akan melampaui 39 sehingga masih termasuk dalam kategori yang ringan. Penderita biasanya juga akan mengalami bersin dan batuk yang membuat tidak nyaman.

  • Gejala Cacar Api

Jenis Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Herpes Zoster

Gejala cacar api yang menjadi infeksi lanjutan dari virus varicella zoster berlangsung dalam waktu lama. Tak jarang, gejala penyakit cacar air ditandai dengan rasa nyeri yang berasal dari saraf pada kulit.

Dilansir dari Medical News Today, gejala awal yang sering dirasakan oleh penderita penyakit ini adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Rasa nyeri pada kulit
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Merasa mual dan muntah
  • Tubuh sering merasa menggigil
  • Nyeri pada bagian perut
  • Diare 

Manakah yang Lebih Berbahaya?

Sesuai tingkat keparahannya, cacar air memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan gejala cacar api. Cacar api memang tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri, namun masih menimbulkan berbagai komplikasi. Komplikasi cacar air yang harus selalu diwaspadai adalah seperti berikut ini:

  • Infeksi sepsis (septikemia) atau yang disebut keracunan darah
  • Pneumonia atau paru-paru basah
  • Ensefalitis (radang otak) sehingga cukup berbahaya
  • Toxic shock syndrome (TSS) yang bisa mengancam jiwa
  • Kekurangan cairan atau dehidrasi
  • Kondisi yang parah bisa menyebabkan kematian

Pada ibu hamil, cacar air juga dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk congenital varicella syndrome pada janin.

Baca Juga: Vaksin HPV untuk Usia Berapa? Ini Rekomendasinya

Sementara itu, cacar api dapat menimbulkan nyeri berkepanjangan akibat gangguan saraf. Jika ruam muncul di sekitar mata, kondisi ini perlu perhatian khusus karena berisiko menyebabkan gangguan penglihatan. Pada sebagian orang, rasa nyeri dapat bertahan lama bahkan setelah ruam sembuh.

Kelompok yang perlu lebih berhati-hati terhadap kedua kondisi ini adalah lansia, ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh rendah, serta pasien dengan penyakit kronis. Pada kelompok ini, evaluasi dokter biasanya diperlukan lebih cepat untuk mencegah komplikasi.

Dalam proses pemeriksaan, dokter umumnya akan melakukan skrining sederhana seperti melihat pola dan lokasi ruam, menilai tingkat nyeri, menanyakan riwayat cacar air sebelumnya, serta mengevaluasi kondisi daya tahan tubuh pasien.

Dari penilaian ini, dokter dapat menentukan apakah gejala cenderung ringan atau memerlukan penanganan lebih lanjut.

Memahami perbedaan cacar air dan cacar api membantu kita lebih cepat mengenali gejalanya dan mengambil langkah yang tepat.

Jika muncul ruam kulit disertai demam atau nyeri yang tidak biasa, konsultasi medis dapat membantu memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.

Vaksinasi dan pemeriksaan medis juga dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan, terutama bagi individu dengan risiko lebih tinggi.

Kini vaksin cacar ular atau cacar api sudah tersedia di Vaxine Care. Jika terkena cacar, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Di Vaxinecare, kami memiliki beberapa opsi untuk memastikan Anda terjaga dari penyakit tersebut. Salah satunya dengan konsultasi online atau vaksinasi dari rumah.

Segera terhubung dengan tim kami untuk informasi lebih lanjut!

 

Sumber Referensi:

 

 

Artikel telah ditinjau oleh:

dr Dimas Adhi Pradita

dr. Dimas Adhi Pradita M.Kes (A3M)., AIFO-K

Artikel Lainnya