Metformin dan Vitamin B12: Kenapa Pengguna Jangka Panjang Perlu Waspada?

Metformin dan Vitamin B12: Kenapa Pengguna Jangka Panjang Perlu Waspada?

Bayangkan situasi ini: Anda sudah lama mengonsumsi metformin. Gula darah juga cukup terkontrol. Tapi belakangan kaki mulai sering kesemutan dan badan terasa lebih cepat lelah dari biasanya.

Wajar kalau pikiran langsung tertuju pada diabetes. Toh, kesemutan memang dikenal sebagai salah satu komplikasinya.

Tapi ada satu pertanyaan yang sering terlewat saat kontrol ke dokter: apakah keluhan ini memang murni karena diabetes, atau ada faktor lain yang juga ikut berperan?

Kenapa Kesemutan atau Lelah Ini Sering Bikin Ragu?

Kalau Anda sudah lama mengonsumsi metformin lalu mulai sering kesemutan atau lebih cepat lelah, wajar kalau muncul pertanyaan: apakah ini memang hanya karena diabetes?

Masalahnya, keluhan seperti ini sering dianggap sebagai bagian dari diabetes itu sendiri. Kesemutan di kaki langsung dikaitkan dengan neuropati diabetes. Badan yang mudah lelah dianggap akibat gula darah yang naik turun. Akhirnya, tidak banyak yang merasa perlu mencari penyebab lain.

Padahal, kelelahan, anemia ringan, dan kesemutan juga bisa muncul saat kadar vitamin B12 menurun. Gejalanya bahkan bisa sangat mirip, sehingga pada pasien diabetes, kesemutan akibat kekurangan vitamin B12 sering kali sulit dibedakan dari keluhan yang sudah lebih dulu ada.

Di sinilah tantangannya. Bukan berarti diagnosis diabetes atau neuropatinya keliru, tetapi bisa saja ada faktor lain yang ikut berperan dan belum dievaluasi.

Keluhan yang masih ringan memang sering tidak terasa mendesak. Namun, kalau kesemutan atau rasa lelah sudah berlangsung cukup lama dan tidak juga membaik meski gula darah relatif terkontrol, kondisi ini layak dibicarakan lebih lanjut dengan dokter.

Apa Hubungannya Metformin dengan Vitamin B12?

Apa Hubungannya Metformin dengan Vitamin B12

Hubungan antara metformin dan vitamin B12 memang nyata. Pada sebagian pasien, efeknya baru mulai terasa setelah penggunaan dalam jangka panjang.

Metformin merupakan obat yang efektif membantu mengontrol gula darah. Namun, salah satu efek samping metformin yang sering tidak disadari adalah kemampuannya mengurangi penyerapan vitamin B12 di usus. Kondisi ini tidak terjadi pada semua orang, tetapi risikonya dapat meningkat seiring lamanya penggunaan.

Menurut dr. Patricia Vina Suriani, “Metformin dapat mengurangi penyerapan vitamin B12 di usus pada sebagian pasien. Jika digunakan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kekurangan B12 yang berujung pada kelelahan, anemia, hingga gangguan saraf seperti kesemutan.”

Karena itu, hubungan metformin kekurangan B12 bukan sekadar teori. Penurunan kadar vitamin B12 biasanya terjadi secara bertahap, sehingga gejalanya sering baru disadari setelah berlangsung cukup lama.

Bagi pengguna metformin jangka panjang, pemantauan kadar vitamin B12 menjadi hal yang masuk akal untuk dipertimbangkan. Jadi, vitamin B12 untuk diabetes bukan sekadar suplemen tambahan, tetapi juga bagian dari evaluasi kesehatan yang dapat dilakukan sesuai anjuran dokter.

Kapan Kesemutan Perlu Dicek Lebih Lanjut?

Kalau keluhan mulai menetap atau terasa semakin mengganggu, sebaiknya jangan lagi menebak-nebak penyebabnya sendiri.

Ada beberapa tanda yang sebaiknya mendorong Anda untuk membicarakan ini dengan dokter:

  • Kesemutan atau kebas yang tidak kunjung hilang, terutama di tangan atau kaki
  • Rasa lelah yang tidak proporsional meski istirahat cukup
  • Keluhan yang terasa makin sering atau makin mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Anda sudah minum metformin lebih dari satu atau dua tahun tanpa pernah cek kadar B12
Gejala Indikasi untuk Konsultasi
Kesemutan/kebas Tidak kunjung hilang
Kelelahan Tidak proporsional
Keluhan Makin sering/mengganggu
Minum Metformin >1-2 tahun tanpa cek B12


Evaluasi dokter penting karena keluhan seperti kesemutan dan mudah lelah bisa tumpang tindih dengan gejala diabetes itu sendiri. Gangguan saraf akibat kekurangan vitamin B12 dan neuropati diabetik sering kali terasa sangat mirip, sehingga sulit dibedakan hanya dari gejalanya.

Yang perlu diingat, tidak semua pengguna metformin pasti mengalami kekurangan vitamin B12. Namun, kalau Anda sudah menggunakannya dalam jangka panjang dan mulai merasakan keluhan seperti ini, tidak ada salahnya membicarakan pemantauan kadar vitamin B12 dengan dokter.

Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan kadar vitamin B12 memang rendah, dokter dapat menentukan penanganan yang paling sesuai. Salah satu pilihannya adalah layanan Suntik/Infus Vitamin B – Immune Booster di Vaxine Care, yang dapat didiskusikan lebih lanjut sesuai kondisi dan kebutuhan Anda.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa lama biasanya pengguna metformin perlu cek vitamin B12?

Kalau metformin dipakai jangka panjang, banyak dokter akan mulai mempertimbangkan pemeriksaan B12 secara berkala, apalagi kalau sudah muncul keluhan seperti lelah atau kesemutan. Tidak ada patokan tunggal untuk semua orang, karena frekuensinya biasanya disesuaikan dengan lama pemakaian, dosis, dan gejala yang dirasakan. Kalau Anda sudah beberapa tahun minum metformin, ini layak dibahas saat kontrol.

Kalau B12 rendah, apakah metformin harus langsung dihentikan?

Tidak selalu. Dalam banyak kasus, metformin tetap dilanjutkan karena manfaatnya untuk gula darah tetap penting, sementara kekurangan B12 ditangani terpisah. Biasanya dokter akan melihat kadar B12, keluhan yang muncul, dan kondisi diabetes secara keseluruhan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Apa bedanya kesemutan karena diabetes dengan karena B12 rendah?

Keluhannya bisa mirip sekali, jadi memang sering bikin bingung. Kesemutan karena B12 rendah sering datang bersama badan cepat capek, lemah, atau kadang ada tanda anemia, sementara neuropati diabetes lebih sering terkait riwayat gula darah yang lama tidak stabil. Karena overlap-nya besar, pemeriksaan darah biasanya lebih membantu daripada menebak dari gejala saja.

Kalau sudah makan cukup, masih bisa kekurangan B12 juga?

Bisa. Pada pengguna metformin, masalahnya bukan cuma asupan dari makanan, tapi juga penyerapan B12 di usus yang bisa ikut terganggu. Jadi meski pola makan terasa sudah baik, kadar B12 tetap bisa turun kalau penyerapannya tidak optimal.

Kapan saya perlu periksa ke dokter kalau sering kesemutan saat minum metformin?

Kalau kesemutannya makin sering, menetap, menyebar, atau disertai lemas yang tidak biasa, sebaiknya jangan ditunda. Terutama kalau gejalanya mulai mengganggu aktivitas atau muncul walau gula darah terasa cukup terkontrol. Pemeriksaan lebih awal membantu membedakan apakah ini lebih ke gula darah, B12, atau kombinasi keduanya.

Sumber Referensi:

 

Artikel telah ditinjau oleh:

dr. Patricia Vina - small

dr. Patricia Vina Suriani

Artikel Lainnya