Mengenal Vaksin Tifoid, Dosis hingga Kapan Perlu Diberikan

Mengenal Vaksin Tifoid, Dosis hingga Kapan Perlu Diberikan

Penyakit tifoid atau tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Untuk melindungi diri dari penyakit ini, disarankan untuk mendapatkan vaksin tipes atau demam tifoid yang mudah didapatkan di klinik vaksinasi, puskesmas, atau rumah Sakit.

Penularan penyakit ini cukup cepat karena bisa ditularkan melalui makanan dan minuman. Kemudian, lingkungan yang kurang bersih juga bisa memperburuk keadaan. Dengan vaksin tifoid, Anda bisa mencegah penyakit tipes hingga 80%.

Baca Juga: Pentingnya Vaksin MMR untuk Dewasa beserta Prosedurnya

Tujuan dan Manfaat Vaksin Tifoid

Tujuan utama dari vaksin tifoid tentu saja untuk membantu pencegahan terkena penyakit tipes. Apalagi bagi mereka yang berisiko tinggi dan berada di lokasi yang berisiko. Seperti penjelasan berikut ini:

  • Pencegahan: Infeksi penyakit tipes dapat berakibat fatal, sehingga perlu dilakukan pencegahan sejak dini.
  • Perlindungan: Bagi mereka yang berisiko tinggi. Misalnya pekerja kesehatan, pekerja sektor makanan, atau berada di lokasi yang sanitasi dan kebersihannya buruk.
  • Pengendalian wabah: Vaksin ini juga perlu diberikan dalam keadaan darurat kesehatan akibat bencana. Karena biasanya di situasi sulit seperti ini, masyarakat jadi rentan terserang penyakit tipes.

Dengan vaksinasi, diharapkan masyarakat bisa melindungi diri dari infeksi bakteri ini agar tidak tersebar dan membahayakan diri sendiri dan orang lainnya.

Kapan Perlu Mendapatkan Vaksin Tifoid

Seperti yang disebutkan di atas, ada situasi tertentu yang menyebabkan pentingnya mendapatkan vaksin untuk melindungi diri dari penularan penyakit tipes. Seperti penjelasan di bawah ini:

  • Berkunjung atau tinggal ke daerah yang berisiko tinggi. Biasanya yang lingkungannya kurang bersih, sanitasinya buruk.
  • Risiko pekerjaan. Misalnya pekerja di bidang sanitasi, sektor makanan, pekerja atau petugas Kesehatan.
  • Kondisi kesehatan. Jika sistem kekebalan tubuh melemah atau terkena penyakit kronis, sering disarankan untuk menerima vaksin tifoid sebagai
  • Terlibat acara akbar. Acara yang melibatkan banyak orang sering kali berurusan dengan lingkungan yang kurang ideal, sanitasi yang buruk, dan kondisi kesehatan menurun.

Jenis dan Dosis Vaksin Tifoid

Ada dua jenis vaksin yang bisa diberikan, dibedakan dari cara pemberiannya. Perlu diperhatikan bahwa vaksin ini tidak boleh diberikan kepada mereka yang alergi dengan kandungannya.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Vaksin Oral (Ty21a)

Vaksin jenis ini dibuat dari bakteri Salmonella typhi yang sudah dilemahkan. Biasanya berbentuk kapsul dan dapat diberikan kepada anak usia 6 tahun dan juga orang dewasa. Vaksin ini tidak disarankan untuk:

  • ibu hamil
  • orang yang sedang menjalani kemoterapi
  • orang yang sedang menjalani pengobatan antibiotik.

Pemberian dosis biasanya satu kapsul diminum tiap 2 hari sekali hingga 4 kapsul. Kapsul ke-4 biasanya sekitar 1 minggu sebelum pergi ke lokasi berisiko. Kapsul harus ditelan utuh (jangan dikunyah) sekitar 1 jam sebelum makan. Dosis penguatan (booster) bisa diberikan setiap 5 tahun jika masih berisiko.

2. Vaksin Suntik/Injeksi

Berbeda dengan vaksin oral, vaksin jenis suntik atau injeksi ini menggunakan bakteri Salmonella typhi yang sudah dimatikan. Cara pemberian jenis vaksin ini adalah melalui suntikan ke otot lengan.

Dosis pertama biasanya diberikan sekitar 2 minggu sebelum pergi ke lokasi berisiko. Setelah itu bisa diulang setiap 2 tahun jika masih berada di lingkungan serupa.

Secara umum, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa vaksin tifoid sudah boleh diberikan pada anak berusia 2 tahun. Kemudian bisa diulang setiap 3 tahun sekali hingga berusia 18 tahun. Sedangkan setelah dewasa, bisa diulang saat dibutuhkan saja.

Pengulangan pemberian vaksin dengan jeda 3 tahun sekali sebenarnya bertujuan agar anak mempunyai cukup waktu untuk pembentukan antibodi dalam tubuhnya. Khususnya bisa berada di lokasi yang memang kurang baik sanitasi dan kebersihannya.

Kalau pun terkena tipes walau sudah divaksin, biasanya penyakitnya tidak parah dan hanya membutuhkan pengobatan antibiotik ringan saja. Namun tetap disarankan agar mengutamakan asupan makanan yang bergizi seimbang agar membantu daya tahan tubuh.

Efek Samping Vaksin Tifoid

Sebenarnya vaksin ini termasuk vaksin yang aman bagi masyarakat umum. Namun, seperti juga pada vaksin jenis lainnya, ada orang yang merasakan efek samping dari vaksin ini. Beberapa adalah seperti yang disebutkan di bawah ini:

  • Nyeri atau kemerahan di lokasi bekas tempat suntikan.
  • Sakit kepala atau seperti kelelahan namun biasanya setelah beristirahat sejenak akan hilang dengan sendirinya.
  • Gangguan pencernaan, seperti merasa mual atau menderita diare ringan
  • Demam ringan atau sedang. Tergantung dari kondisi fisik seseorang, ada yang demam tinggi hingga beberapa hari, tapi ada juga yang hanya demam ringan sebentar.
  • Dapat menimbulkan reaksi alergi, walaupun tidak banyak kasusnya. Misalnya sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, gatal-gatal atau detak jantung lebih cepat. Jika memang terjadi reaksi seperti ini, segera temukan bantuan medis agar bisa segera ditangani.

Biasanya petugas kesehatan akan menyarankan agar mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup. Juga tidak meminum alkohol agar tidak berdampak pada vaksin yang diberikan.

Baca Juga: Butuh Vaksin Yellow Fever di Jakarta? Vaxine Care Solusinya

Fakta Penting Terkait Vaksin Tifoid

Ada beberapa pertanyaan yang kerap muncul berkaitan dengan vaksin tipes. Seperti pertanyaan yang dikumpulkan di bawah ini:

1. Apakah vaksin ini aman?

Pada umumnya vaksin ini aman, bahkan bagi anak berusia 2 tahun. Namun tergantung dari kondisi kesehatan seseorang, efek sampingnya bisa berbeda. Bagi mereka yang kondisi fisiknya bagus umumnya tidak terdampak terlalu besar.

2. Apakah vaksin ini mahal harganya?

Tergantung dari jenis dan fasilitas kesehatan yang memberikan layanan vaksin, harganya bisa bervariasi. Mulai dari Rp300.000 hingga sekitar Rp900.000. Anda bisa menanyakan harganya terlebih dahulu di sini.

3. Bolehkan vaksin setelah sembuh dari penyakit tifoid?

Tentu saja. Rekomendasi yang diberikan adalah vaksin diberikan setelah sembuh dari penyakit tifoid sekitar 4 minggu.

4. Apakah ada pantangan setelah mendapatkan vaksin?

Jika vaksin diberikan secara oral, hindari makan apa pun paling tidak 1 jam setelah minum kapsulnya. Kemudian hindari makanan yang sulit dicuci dengan benar seperti bayam atau selada. Hindari kontak langsung dengan penderita tipes.

5. Bagaimana cara menghindari terkena penyakit tipes, selain mendapatkan vaksin?

Selain dengan vaksin, Anda bisa menghindari penyakit ini dengan menjaga kondisi tubuh, makan makanan bergizi seimbang, dan membiasakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan.

Kemudian, Anda juga sebaiknya tidak membeli makanan atau minuman di lingkungan yang kurang bersih. Juga tutup makanan agar tidak dihinggapi hewan pembawa penyakit, seperti lalat, tikus, atau kecoa.

6. Apakah vaksin bisa mencegah terkena penyakit tipes berulang?

Orang yang pernah terkena penyakit tipes biasanya memang rentan terkena penyakit tipes berulang. Karena walaupun sudah diobati, bakteri bisa saja melemah dan bisa kembali menyerang saat kondisi tubuh sedang menurun. Vaksin bisa membantu agar tubuh memiliki imunitas agar tidak kembali terkena tipes.

Baca Juga: Pentingnya Vaksin Meningitis Anak, beserta Anjuran Dosisnya

Layanan Vaksinasi Tifoid Di Rumah

Vaksin tifoid untuk mencegah demam tiphoid mungkin sedikit kurang umum diketahui orang banyak. Padahal mungkin saja orang tersebut berada pada situasi yang kurang bersih atau lingkungan yang berisiko. Termasuk juga bekerja pada bidang yang rentan terkena infeksi bakteri.

Kini prosedur vaksinasi tifoid dapat dilakukan di mana saja, termasuk di rumah. Salah satu penyedia layanan ini adalah Klinik Vaksin Vaxine Care yang beroperasi di Jakarta dan sekitarnya.

Setiap tindakan vaksinasi Vaxine Care dilakukan langsung oleh dokter khusus vaksinasi, sehingga keamanannya terjamin. Segera cek berbagai pilihan vaksin yang Anda butuhkan dan hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut.

Artikel Lainnya